26 ABK Selamat Setelah Kapal Kandas di Pantai Niyama Tulungagung, Bawa Ikan Cakalang Rp 1 Miliar

Tim SAR dari Basarnas, BPBD dan Damkar serta personel SAR kemudian datang untuk mengevakuasi mereka dengan tambang.

Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
26 ABK Selamat Setelah Kapal Kandas di Pantai Niyama Tulungagung, Bawa Ikan Cakalang Rp 1 Miliar - kapal-tongkang-kandas-di-Tulungagung.jpg
surya/david yohanes
KANDAS - Para ABK dari KM) Bintang Sukses Mandiri 8 asal Pekalongan menghangatkan diri setelah diselamatkan usai kapalnya terdampar di Pantai Niyama Desa/Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jumat (29/8/2025).
26 ABK Selamat Setelah Kapal Kandas di Pantai Niyama Tulungagung, Bawa Ikan Cakalang Rp 1 Miliar - kapal-kandas-di-pantai-Tulungagung.jpg
surya/david yohanes
DIHANTAM OMBAK - KM Bintang Sukses Mandiri 8 asal Pekalongan terdampar di Pantai Niyama Desa/Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jumat (29/8/2025). Ada 60 ton ikan cakalang senilai lebih dari Rp 1 miliar yang belum dievakuasi.

“Ada 60 ton cakalang belum sempat diambil. Kalau tidak segera diambil juga rusak,” kata Waludin saat ditemui di kantor Syahbandar dermaga perikanan Pantai Popoh Tulungagung.

Menurut Waludin, ikan cakalang masih tersimpan di dalam freezer kualitas ekspor. Nilai ikan yang ada di dalam freezer lebih dari Rp 1 miliar.

Ia tidak bisa memastikan, berapa lama ikan kuat bertahan di dalam kapal. “Masalahnya palka sudah kemasukan air, freezernya sudah pasti rusak, tidak dingin lagi,” ungkapnya.

Waludin dan para ABK berangkat dari pelabuhan Muara Baru Jakarta utara pada 20 Maret 2025. ujuannya mencari ikan di Samudera Indonesia, dengan target waktu melaut selama 8 bulan.

Selama 5 bulan melaut, kapal ini pernah mencari ikan sampai di perbatasan Australia. Biasanya hasil tangkapan dijemput oleh kapal pengepul milik perusahaan untuk dibawa ke Jakarta.

Kapal dari milik perusahaan ini juga memasok bekal makanan dan bahan bakar sehingga kapal-kapal pencari ikan ini tidak perlu mendarat. 

“Yang ini belum sempat diambil oleh kapal kami mengalami masalah mesin. Kami diarahkan ke (teluk) Popoh untuk perbaikan,” paparnya. *****

 

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved