26 ABK Selamat Setelah Kapal Kandas di Pantai Niyama Tulungagung, Bawa Ikan Cakalang Rp 1 Miliar
Tim SAR dari Basarnas, BPBD dan Damkar serta personel SAR kemudian datang untuk mengevakuasi mereka dengan tambang.
Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Kapal Motor (KM) Bintang Sukses Mandiri 8 asal Pekalongan, Jawa Tengah terdampar di Pantai Niyama Desa Besuki, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jumat (29/8/2025) pagi.
Kapal pencari ikan ini kandas dan terombang-ambing, sementara 26 anak buah kapal (ABK) dan kapten kapal terjebak di atas kapal.
Kapal itu kandas di mulut Sungai Niyama, tepatnya pada saluran pembuangan dari Bendungan Niyama. Jaraknya sekitar 100 meter dari daratan, namun para ABK tidak mendarat karena terus dihantam ombak besar.
Tim SAR dari Basarnas, BPBD dan Damkar serta personel SAR kemudian datang untuk mengevakuasi mereka dengan tambang.
Kapten Kapal, Waludin (47) mengatakan, kapal sempat berlabuh di teluk Popoh untuk perbaikan, Kamis (28/8/2025). Seluruh ABK berada di atas kapal saat perahu terbawa arus laut, pukul 05.00 WIB.
"Tahu-tahu kapal sudah terbawa ombak, kemungkinan ada jangkar yang rusak," ungkap laki-laki asal Pekalongan Jawa Tengah ini.
Waludin sudah berupaya menghidupkan mesin kapal, namun gagal menyala. Akibatnya kapal terus terbawa ombak ke arah Pantai Niyama dan terdampar sekitar pukul 05.30 WIB.
Ombak terus menghantam badan kapal hingga lambung bagian kiri pecah. "Begitu lambung pecah, air langsung masuk ke ruang mesin. Kapal sudah rusak," ujarnya.
Secara teknis, kapal penangkap ikan ini tenggelam, namun ternyata hanya kandas di pantai. Para ABK menggigil kedinginan karena terendam air yang masuk ke kapal.
Proses evakuasi baru bisa dilaksanakan sekitar pukul 09.00 WIB. "Alhamdulillah selamat semua," ucapnya sambil menahan dingin di pantai.
Kandasnya kapal Bintang Sukses Mandiri 8 adalah kejadian kedua di Pantai Niyama Tulungagung. Pada 7 Juli 2023 pagi, kapal pencari ikan Jaya Utama 12 juga terdampar di Pantai Niyama.
Lokasi kandasnya kedua kapal ini berdekatan, hanya sekitar 50 meter. Saat itu 1 dari 13 ABK meninggal dunia saat proses evakuasi.
Segala cara sudah dilakukan untuk menyelamatkan bangkai kapal, namun gagal. Bangkai kapal akhirnya ditinggalkan hingga hancur dengan sendirinya.
Waludin menambahkan, kapal itu membawa 60 ton ikan jenis cakalang dengan kualitas ekspor.
kapal ikan kandas
Pantai Niyama Tulungagung
kapal ikan kandas di Tulungagung
Pantai Popoh Tulungagung
kapal bawa ikan cakalang 1 miliar
bahaya ombak Pantai Niyama
Syahbandar Pelabuhan Perikanan Popoh Tulungagung
kecelakaan laut
Tulungagung
400 Hektare Lahan Tembakau di Tulungagung Mati Gegara Hujan di Musim Kemarau, Kerugian Rp2 Miliar |
![]() |
---|
Gubernur Khofifah Beri Bantuan 300 Drum Aspal untuk Perbaikan Jalan Rusak di Desa Bago Tulungagung |
![]() |
---|
Dalami Korupsi Pemakaian SKTM di RSUD Dr Iskak, Kejari Tulungagung Sudah Incar Calon Tersangka |
![]() |
---|
Pinjam Motor Teman Perempuan Untuk Beli Minuman, Pemuda Tulungagung Malah Kabur 3 Hari |
![]() |
---|
Sharing Material Untuk Perbaikan Jalan, Khofifah Bantu 300 Drum Aspal Untuk Pemkab Tulungagung |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.