Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

REAKSI Dokter Hastry Usai Polisi Umumkan 5 Tersangka Kasus Subang, Pernah Didatangi Korban di Mimpi

Selama dua tahun kasus Subang berjalan Dokter Hastry menjadi sasaran netizen untuk mempertanyakan kelanjutan kasus yang menewaskan Tuti dan Amel.

Editor: Musahadah
kolase istimewa/youtube Deddy Corbuzier
Dokter Hastry akhirnya blak-blakan Kasus Subang demi dirilisnya pembunuh ibu dan anak, Tuti SUhartini dan Amalia Mustika Ratu. Kini, Dokter Hastry lega setelah polisi merilis tersangkanya. 

SURYA.co.id - Ditetapkannya 5 tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang membuat lega ahli forensik Polri Kombes Pol Dr dr Sumy Hastry Purwanti.

Pasalnya, selama dua tahun kasus Subang berjalan Dokter Hastry menjadi sasaran teror netizen yang mempertanyakan kelanjutan kasus yang menewaskan Tuti Suhartini dan Amelia Mustika Ratu.

Hal ini beralasan karena Dokter Hastrry-lah yang melakukan otopsi ulang pada jenazah Tuti Suhartini dan Amelia Mustika Ratu.

Dalam tayangan podcast Deddy Corbuzier yang tayang pada 12 Mei 2023, Dokter Hastry mengaku kerap diserang netizen yang selalu menanyakan kasus ini.

Padahal, dia sudah bekerja maksimal menyajikan data kepada penyidik.

Baca juga: Akting Yosef Nangis Minta Jokowi Usut Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Palsu, Ternyata Dia Pelaku

"Kalau di pekerjaan saya untuk menyajikan data, alat bukti sudah selesai.

Tapi saya gemes," ujarnya dikutip dari tayangan di channel youtube Deddy Corbuzier, Jumat (12/5/2023). 

Menurut Hastry, kasus ini sebenarnya bisa terungkap. 

Dokter Hastry blak-blakan alasan di balik tak kunjung selesainya kasus Subang.

Menurutnya, kasus ini bisa diselesaikan dengan identifikasi DNA.

Diterangkan, pemeriksaan DNA sudah dilakukan namun tidak ada yang cocok,

Karena tidak ada yang cocok, pihaknya lalu mencari DNA saksi-saksi, dan ternyata dari saksi juga tidak ada yang cocok. 

Terkait hal ini, sebenarnya bisa ditarik garus keturunan ibu, siapa tahu ada yang cocok. 

Namun, hal ini belum dikerjakan Polda Jabar.

"Terus saya bilang, saya punya jam kematian lho. Jam kematian nih. Jam kematian dia dibunuh, karena sudah otopsi dan olah TKP," terang Hastry. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved