Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

REAKSI Dokter Hastry Usai Polisi Umumkan 5 Tersangka Kasus Subang, Pernah Didatangi Korban di Mimpi

Selama dua tahun kasus Subang berjalan Dokter Hastry menjadi sasaran netizen untuk mempertanyakan kelanjutan kasus yang menewaskan Tuti dan Amel.

Editor: Musahadah
kolase istimewa/youtube Deddy Corbuzier
Dokter Hastry akhirnya blak-blakan Kasus Subang demi dirilisnya pembunuh ibu dan anak, Tuti SUhartini dan Amalia Mustika Ratu. Kini, Dokter Hastry lega setelah polisi merilis tersangkanya. 

Baca juga: Terkuak Sikap Emosional Danu Jelang Bongkar Skenario Yosef, Sujud Mohon Ampun, Keluarga Sudah Duga

Meskipun di kasus ini, Danu bukan sebagai eksekutor yang membunuh Tuti dan Amel, namun dia mengetahui dan ikut membantu tersangka utamanya.

Dia terpanggil membongkar kasus ini karena tidak tega melihat ibu dan bibi-bibinya yang terus bersedih dan belum bisa melupakan kasus ini.

Seperti diketahui, dua korban kasus ini masih memiliki hubungan kekeluargaan dengan Danu.

Tuti adalah saudara kandung ibu angkat Danu yang mengasuh dia sejak kecil.

Diceritakan Taufan, tiga hari sebelum menyerahkan diri ke Polda, Danu di depan keluarga besarnya menceritakan fakta di luar yang telah disampaikan selama ini.

Saat itu, dia berusaha membuat Danu nyaman dan memberikan dukungan penuh untuk mau mengungkap kejujuran.

"Kita katakan, kita akan backup full, kalau dia bersaksi sesuai apa yang dilihat, dialami saat kejadian," kata Taufan.

Setelah itu, Danu mau mengungkap semuanya di depan tim pengacara dan keluarga besarnya.

"Setelah dia mengakui semua, saya sampaikan Danu. Berarti kamu ditunjuk Allah untuk membongkar perkara ini. Terlepas kamu ada salah di sini. Kita harus menyerahkan diri ke polda, dan menyampaikan temuan. Danu dari hati yang paling dalam terpanggil dan ada niat berani datangi ke polda tanpa panggilan," katanya.

Diungkapkan Taufan, situasinya saat itu sangat terharu dan sedih.

Keluarga benar-benar syok mengetahui Danu ada dalam kronologi kejadian.

Danu lalu mengungkap alasannya tidak berani membongkar kasus ini dari awal.

"Karena Danu masih belia, kehidupan dia sangat menyedihkan karena anak angkat dalam keluarganya.," terang Taufan. 

Diceritakan Taugan, semasa hidupnya, Danu merasa di posisi terendah, sehingga kepada Yosep, Yoris dia menurut.

"Danu menganggap mereka ini orang yang sangat besar. Sehingga apa yang disuruh akan mereka lakukan," katanya.

Mendengar hal itu, keluarga besar dari hati ke hati, akhirnya ikhlas dan mendukung Danu dengan syarat berani membongkar masalah ini.

"Kami semua, dalam situasi yang sangat sedih. Apalagi Danu memberanikan diri menyerahkan diri dia," katanya.

Setelah semua jelas, tim pengacara lalu menjemput Danu kembali untuk menyerahkan diri ke Polda. 

"Danu berpamitan dengan keluarga besar. Punya tekat, gak mikirkan masa depan. Dia mau membongkar agar ibunya Wak Ida, Wak Lilis bisa tenang. Sampai ke Polda, semua penyidik kaget. karena kita datang tanpa surat panggilan dan konfirmasi," terang Taufan.

Danu Ajukan Diri Sebagai JC

Danu, tersangka pembunuhan ibu dan anak di Subang, terkuak sikap emosionalnya sebelum bongkar sandiwara Yosef cs
Danu, tersangka pembunuhan ibu dan anak di Subang, terkuak sikap emosionalnya sebelum bongkar sandiwara Yosef cs (YouTube Anjas Asmara, Youtube Yahya Mohammed)

Sementara itu, dilansir Surya.co.id dari Kompas.com, M Ramdanu mengajukan diri menjadi Justice Colaborator (JC).

Menanggapi permintaan tersangka Danu yang siap menjadi JC, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan menyebut bahwa pihaknya saat ini tengah mengajukan permintaan tersangka kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

"Kita sudah mengajukan ke LPSK, tinggal menunggu dari LPSK apakah diterima atau tidak, terutama perlindungan saksi," ucap Surawan di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/10/2023).

Seperti diketahui, alasan tersangka Danu berinisiatif menyerahkan diri dan siap membuka tabir misteri pembunuhan ibu dan anak di Subang ini karena dirinya tertekan.

Sebagai bentuk perlindungan dari kepolisian, penahanan Danu ditempatkan di tempat khusus.

"Untuk MR sendiri sekarang ditempatkan di tempat khusus, jadi tidak bersatu dengan tahanan lain," ucapnya.

Tak hanya Danu, polisi juga mengamankan keluarga Danu di tempat khusus sebagai salah satu bentuk perlindungan.

"Jadi sementara kita lakukan pengawasan dia di tempat khusus dan keluarganya juga kita berikan pengamanan," ucapnya.

Baca juga: Sosok Yosef Hidayah yang Ikut Diperiksa di Polda Jabar Saat Danu Bongkar Kasus Pembunuhan di Subang

Dalam kasus ini, kata Surawan, peran Danu bukan sebagai eksekutor. "Menurut pengakuan dia, bukan eksekutor," ucapnya.

Akan tetapi, Danu terlibat dan menjadi saksi kunci dalam kasus pembunuhan ibu dan anak tersebut.

Seperti diketahui, Danu yang pertama menemani tersangka Yosep ke tempat kejadian perkara.

Ia juga diketahui yang mengambilkan alat golok pada saat peristiwa pembunuhan itu terjadi.

Danu juga sempat membersihkan lantai dan memasukan baju ke kamar mandi di tempat kejadian perkara sehingga hal ini mengganggu proses penyelidikan.

Meski begitu, keterangan Danu membantu mengungkap perkara ini, alhasil polisi berhasil mengungkap empat tersangka lainnya.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id

Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved