Selasa, 19 Mei 2026

Sindikat Uang Palsu Kampus UIN Makassar

Daftar Kebohongan Andi Ibrahim Bos Sindikat Uang Palsu UIN Makassar, Pihak Rektorat Tak Berkutik

Berikut ini daftar kebohongan Andi Ibrahim, bos sindikat uang palsu di UIN Alauddin, Makassar ke pihak rektorat hingga anak buahnya. 

Tayang:
Editor: Musahadah
kolase TV One/tribun timur
Andi Ibrahim, bos sindikat uang palsu di UIN Alauddin Makassar membuat sejumlah kebohongan untuk memuluskan kejahatannya. 

Andi Ibrahim pun mempraktikkan hasil tes UV pada uang palsu produksinya itu, ternyata timbul semua. 

Setelah itu, Mubin diminta mengedarkan dengan perhitungan 1:3 dari Andi Ibrahim, lalu dilepas ke orang lain dengan hitungan 1:2. 

Artinya dari Rp 1 juta, dia mendapat Rp 1,5 juta. 

"Awalnya khawatir juga, karena faktor kebutuhan ya terpaksa saya ambil. Awalnya saya dikasih 1 juta. saya pakai untuk kebutuhan.
Pecahannya 100 ribu semua," katanya. 

Hingga ditangkap, Mubin mengaku sudah mendapat sekira Rp 4 juta dari mengedarkan uang palsu tersebut. 

4. Kelabui petugas SPBU

Ternyata, Andi Ibrahim punya waktu tertentu saat hendak mengedarkan uang palsu buatannya.

Dia mengedarkan uang tersebut ketika malam hari, agar seseorang sulit memeriksa uang dengan teliti.

Selain itu, mereka juga mendatangi tempat-tempat ramai, seperti SPBU atau toko yang memiliki antrean panjang.

Sebagian orang membeli uang palsu dengan menukar uang asli, seperti menukar Rp1 juta dengan jumlah uang palsu lebih besar.

"Ini adalah tindakan keliru, karena uang palsu tidak memiliki nilai, bahkan satu rupiah pun."

"Jangan lagi mau dibodohi, jangan gunakan, fotokopi, atau menyebar uang palsu, termasuk uang mainan sering beredar," ujar AKBP Reonald Simanjuntak di podcast Tribun Timur, dikutip SURYA.CO.ID dari Tribun Timur.

Tindakan tersebut dapat dikenai ancaman hukuman.

>>>Update berita terkini di Googlenews Surya.co.id

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved