Selasa, 19 Mei 2026

ITS dan DEN Bahas Energi Biru, Dari PLTS Terapung hingga Arus Laut

DEN menggandeng ITS Surabaya membahas strategi energi biru, transisi energi, hingga pengembangan teknologi maritim dan SDM.

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Sri Handi Lestari
ANTISIPASI KRISIS ENERGI - Anggota DEN Pemangku Kepentingan, Dr Ir Satya Widya Yudha MSc PhD (kedua dari kiri barisan depan), saat hadir di ITS dalam kegiatan Sarasehan Energi bertajuk Strategi Energi Biru dan Transformasi Ekonomi Pesisir di Auditorium Research Center ITS, Surabaya, Jawa Timur pada Senin (18/5/2026). DEN berupaya menjaring masukan konstruktif dari kalangan akademisi, guna mendorong kebijakan energi yang lebih inklusif dan adaptif serta antisipasi dalam menghadapi krisis energi. 

Ringkasan Berita:
  • Dewan Energi Nasional (DEN) menggandeng ITS Surabaya dalam Sarasehan Energi untuk membahas strategi energi biru dan transformasi ekonomi pesisir.
  • DEN menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam penguasaan teknologi energi dan penyiapan SDM masa depan.
  • ITS menyatakan siap mendukung kebijakan energi nasional melalui riset energi terbarukan, AI, hidrogen, hingga proyek listrik tenaga arus laut dan PLTS terapung.

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Dewan Energi Nasional (DEN) menggandeng ITS Surabaya untuk memperkuat strategi energi nasional melalui pengembangan teknologi dan sumber daya manusia.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sarasehan Energi bertajuk “Strategi Energi Biru dan Transformasi Ekonomi Pesisir” yang digelar di Auditorium Research Center ITS pada Senin (18/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya DEN menjaring masukan konstruktif dari kalangan akademisi, agar kebijakan energi nasional lebih inklusif dan adaptif menghadapi tantangan global.

DEN Soroti Ketahanan dan Kemandirian Energi

Anggota DEN Pemangku Kepentingan, Dr Ir Satya Widya Yudha MSc PhD, mengatakan Indonesia perlu memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.

Menurutnya, ITS dipilih karena dinilai memiliki kapasitas kuat dalam pengembangan teknologi energi.

“Kami hadir di ITS untuk bersama-sama melihat bagaimana implementasi kebijakan ini bisa dilakukan. Kolaborasi ini nantinya akan ditindaklanjuti dalam penyusunan peta jalan kerja sama yang lebih luas guna merealisasikan target-target energi nasional,” kata Satya Widya.

Ia menjelaskan, terdapat dua pilar utama yang harus dipersiapkan perguruan tinggi, yakni penguasaan teknologi energi dan kesiapan sumber daya manusia masa depan.

Satya Widya juga menegaskan kebijakan energi nasional saat ini telah diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 yang telah mendapat persetujuan DPR RI.

“Peraturan ini peraturan yang sangat tinggi hirarkinya di dalam sistem perundang-undangan. Kewajiban kami adalah mensosialisasikan apa-apa yang ada di dalam kebijakan energi nasional terkait strategi penurunan emisi karbon, skenario permintaan energi ke depan, dan kemampuan suplai energi,” lanjutnya.

Subsidi Energi dan Kendaraan Listrik

Dalam forum tersebut, Satya Widya juga menyinggung kebijakan subsidi energi pemerintah.

Ia menyebut, pemerintah masih mempertahankan harga BBM jenis Pertalite dan LPG 3 kilogram hingga akhir tahun meski harga energi global mengalami gejolak.

Namun ke depan, pemerintah disebut tengah menyiapkan transformasi pola subsidi dari subsidi komoditas menjadi subsidi langsung kepada masyarakat rentan.

“Kedepan pemerintah sedang mengumpulkan data masyarakat rentan agar subsidi bisa diarahkan dari subsidi komoditas menjadi subsidi langsung kepada orang yang berhak menerima,” ungkapnya.

  • Energi bersih dan terbarukan
  • Smart grid dan microgrid
  • Hidrogen dan dekarbonisasi industri
  • Artificial Intelligence (AI) untuk energi
  • Pembangkit listrik tenaga arus laut
  • PLTS terapung di wilayah pesisir

ITS Siapkan Teknologi Energi Maritim

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS, Prof Agus Muhammad Hatta, menyampaikan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung kebijakan energi nasional.

“ITS siap mengawal langkah pemerintah melalui penyediaan SDM, riset dan inovasi teknologi, terutama dalam bidang maritim,” ujar Hatta.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved