Pembunuhan Vina Cirebon

Balasan Menohok Dedi Mulyadi saat Upayanya Cari Keadilan Bagi Terpidana Kasus Vina Diragukan Jaksa

Dedi Mulyadi memberikan balasan menohok saat upayanya mencari keadilan bagi 7 terpidana kasus Vina Cirebon seolah diragukan jaksa.

Editor: Musahadah
kolase kompas TV/tribun jabar
Dedi Mulyadi bersaksi di sidang PK terpidana kasus Vina Cirebon. Ini balasan menohoknya saat diragukan jaksa. 

"Dari seluruh rangkaian itu kan bisa dilihat oleh semuanya, sudah terekam dan sudah tergambarkan bagaimana peristiwa itu terjadi."

"Jadi menurut saya, peristiwa itu adalah kecelakaan murni dan ketujuh terpidana ini menurut saya tidak bersalah," jelas dia.

Dedi juga sempat memberikan pesan khusus kepada Rivaldy atau yang akrab disapa Ucil, salah satu terpidana yang dianggap memiliki sifat nakal.

"Tadi sempat memeluk, pesannya sabar, khususnya kepada Rivaldy atau Ucil, 'kamu jangan nakal lagi ya'."

"Karena memang di antara mereka yang nakal itu Ucil. Tapi kan yang nakal bukan berarti pembunuh," katanya.

Jika nanti para terpidana dibebaskan, Dedi berjanji akan memberi mereka pekerjaan.

"Kalau mereka bebas, mereka kerja di tempat saya."

"Banyak kerjaannya, kebersihan, tukang cat, pekerjaan proyek kan terus-menerus banyak," ujarnya.

Sidang kemudian dihentikan sementara pada pukul 11.00 WIB untuk pelaksanaan Salat Jumat dan akan dilanjutkan kembali sekitar pukul 13.00 WIB. 

Sudirman Siap Buka-bukaan

Beny Indrayana memastikan Sudirman siap blak-blakan di sidang PK terpidana kasus Vina Cirebon.
Beny Indrayana memastikan Sudirman siap blak-blakan di sidang PK terpidana kasus Vina Cirebon. (kolase youtube titin prialianti the real/istimewa)

Terpisah, Sudirman, terpidana kasus Vina Cirebon siap buka-bukaan di sidang Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Cirebon. 

Sudirman yang beberapa bulan terakhir sempat tak diketahui keberadaannya karena diduga dikuasai Polda Jabar, kini bersemangat lagi. 

Beny Indrayana, kakak Sudirman mengaku sejak dipindahkan ke Lapas Cirebon, muka Sudirman kembali cerah dan tidak ada beban pikiran seperti  sebelumnya. 

Meski begitu, secara fisik, Sudirman masih merasa kesakitan di punggungnya akibat tembakan peluru karet saat penyidikan di Polres Cirebon Kota pada 2016 silam. 

Rasa sakit di punggung itu membuatnya tidak tahan kalau harus duduk atau tidur lebih dari tiga jam. 

Baca juga: Nasib Mujur Sudirman Usai Kembali ke Lapas Cirebon, Dijaga LPSK 24 Jam, Pengacara Biayai Pengobatan

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved