Gus Muhdlor Jadi Tersangka Korupsi

Jadi Tersangka KPK, Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bersiap Mengambil Langkah Hukum

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor bersiap mengambil langkah hukum setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik KPK

Penulis: M Taufik | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/m taufik
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor usai acara halal bihalal bersama ASN di Pendopo Sidoarjo, Selasa (16/4/2024) dan Mustofa Abidin, pengacara Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor terkait kasus dugaan korupsi yang sedang disidik KPK 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor bersiap mengambil langkah hukum setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

Apakah bakal menempuh jalur pra peradilan atau langkah hukum seperti apa, Bupati Muhdlor mengaku masih perlu melakukan proses pembahasan bersama tim kuasa hukumnya.

“Kita perlu detailkan beberapa hal terlebih dulu. Seperti apa langkahnya, nanti akan disampaikan oleh tim kuasa hukum kami,” ujar Gus Muhdlor, panggilan Ahmad Muhdlor di Pendopo Sidoarjo, Selasa (16/4/2024).

Sementara disampaikan oleh Mustofa Abidin, penasehat hukum Gus Muhdlor, pihaknya telah menerima SPDP (surat pemberitahuan dimulainya penyidikan) terkait kasus dugaan korupsi pemotongan insentif pegawai BPPD itu sejak beberapa hari lalu.

“Persisnya ditetapkan sebagai tersangka kapan, kami tidak tahu pasti. Namun hari ini, seperti disampaikan di berbagai media, KPK sudah menyatakan itu,” ujar Mustofa Abidin.

Namun, sebagai warga yang baik disebutnya bahwa Gus Muhdlor dan tim kuasa hukum tetap menghormati semua proses yang berjalan. Termasuk menghormati keputusan KPK tersebut.

“Kita ketahui bersama, OTT di BPPD Sidoarjo digelar pada 25 Januari 2024 lalu. Sehari setelahnya Siska Wati (Kasubag Umum BPPD) ditetapkan sebagai tersangka. Lalu beberapa minggu kemudian Ari Suryono (Kepala BPPD) juga ditetapkan menjadi tersangka. Dan sekarang Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor,” urainya.

Dia tidak mau berandai-andai, apakah penetapan tersangka ini bernuansa politik atau tidak. Hanya disampaikan bahwa fakta-fakta menyebut timing perkaranya memang seolah-olah pas.

OTT digelar menjelang Pileg dan Pilpres, kemudian sekarang saat mendekati Pilkada Sidoarjo.

Baca juga: Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Jadi Tersangka KPK, Politisi PKB Jatim : Proses Hukum Harus Dihormati

Ditanya langkah hukum seperti apa yang bakal ditempuh, Mustofa mengaku belum bisa memastikan sekarang. Apakah pra peradilan atau langkah hukum seperti apa, belum diputuskan.

“Ada beberapa hal yang sedang dikaji. Salah satunya, pada saat OTT KPK itu barang buktinya cuma sekitar Rp 69 juta. Kami pikir itu sangat kecil kalau untuk perkara yang ditangani KPK,” kata Mustofa.

Selain itu, disebutnya ada beberapa alasan lain yang perlu dikaji lebih dalam.

“Kita perlu bicarakan dengan tim. Dalam waktu dekat akan melakukan upaya hukum. Termasuk langkah-langkah apa yang semestinya kita ambil terkait penetapan tersangka ini,” tandasnya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved