Menjaga Ekonomi Jatim

Wali Kota Eri Cahyadi Libatkan Warga untuk Turunkan Stunting, Kasus di Surabaya Terendah Nasional

Sukses Pemkot Surabaya dalam menurunkan angka stunting tidak dilakukan secara ujug-ujug.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: irwan sy
Pemkot Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya Rini Indriyani saat menghadiri acara Gebyar Lomba Bersama Mewujudkan Surabaya Emas (Eliminasi Masalah Stunting) di Surabaya beberapa waktu lalu. 

Menurutnya, kegiatan ini menjadi ajang diskusi positif dalam upaya penanganan stunting.

"Di saat usia tidak muda lagi, tapi beliau-beliau mengambil peran aktif untuk bersama-sama memikirkan masalah-masalah masyarakat terkait stunting ini," kata M Yunus.

Ada berbagai masukan penanganan stunting.

Terlebih, kata dia, ASFKUA sendiri terdiri dari berbagai dokter dan profesor yang sarat akan pengalaman.

”Ada hal-hal positif yang kita bisa ambil, sehingga target zero stunting dengan waktu relatif singkat ini mudah-mudahan bisa
kita wujudkan," ujarnya.

Kondisi stunting di wilayah Kecamatan Semampir konsisten menurun dari 87 anak di Oktober 2022 menjadi 77 anak pada awal tahun 2023.

”Alhamdulillah setiap bulan ada penurunan, sehingga sekarang tinggal 35 kasus," katanya.

Ia juga menjabarkan bahwa dari 35 kasus stunting tersebut, 11 di antaranya merupakan penyakit bawaan.

Karenanya, target zero stunting tentu tidak bisa sepenuhnya dilakukan.

"Karena yang 11 anak ini memiliki penyakit bawaan. Namun yang sisanya ini kami pastikan terus berupaya untuk menekan agar Desember 2023 bisa zero stunting," jelasnya.

Faktor ekonomi turut disentuh melalui program padat karya.

Dengan meningkatkan perekonomian masyarakat, orang tua bisa memberikan makanan bergizi kepada anak.

"Kalau kita tidak bersama-sama tidak mungkin bisa kita wujudkan zero stunting itu. Tapi ketika kita bisa bersama-sama, dengan niat bulat, ikhlas, saya yakin Allah kasih jalan dan kita bisa selesaikan semuanya," katanya.

Angka Stunting Konsisten Turun di Surabaya:
Prevalensi stunting di Suarabaya tahun 2021: 28,9 persen (6.722 balita)
Prevalensi stunting di Suarabaya tahun 2022: 4,8 persen (923 balita)
Angka stunting di Surabaya tahun 2023: 529 kasus (hingga September)

Upaya Pencegahan Stunting di Surabaya:
- Pemberian gizi pada balita secara menyeluruh (baik yang stunting maupun yang berisiko)
- Penyuluhan pra nikah kepada calon pengantin (catin)
- Pencegahan nikah di bawah umur
- Pemberian obat tambah darah pada remaja perempuan
- Pelaksanaan open defecation free (ODF) atau bebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS)
- Meningkatkan taraf ekonomi orang tua

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved