Menjaga Ekonomi Jatim

Wali Kota Eri Cahyadi Libatkan Warga untuk Turunkan Stunting, Kasus di Surabaya Terendah Nasional

Sukses Pemkot Surabaya dalam menurunkan angka stunting tidak dilakukan secara ujug-ujug.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: irwan sy
Pemkot Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya Rini Indriyani saat menghadiri acara Gebyar Lomba Bersama Mewujudkan Surabaya Emas (Eliminasi Masalah Stunting) di Surabaya beberapa waktu lalu. 

Bila ada yang ingin menikah namun masih di bawah umur, kelurahan tidak dapat memberikan surat keterangan belum menikah (N1) hingga pasangan tersebut berusia ideal.

Dalam MoU tersebut juga mengatur kewajiban seorang suami dalam memberikan nafkah kepada anaknya, meskipun telah berpisah dengan istrinya.

Bukan hanya itu saja, lanjut dia, bahkan pemkot juga memperketat aturan pindah kependudukan dari luar kota masuk ke dalam Kota Surabaya.

Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan warga miskin dan pra miskin, serta mencegah penyaluran intervensi dari pemerintah tidak tepat sasaran.

“Ada yang punya KK Surabaya tapi domisilinya ternyata di luar Kota Surabaya. Mereka nggak mau pindah karena di sini mendapatkan intervensi. Bahkan, ada yang punya KK dan domisilinya Kota Surabaya, tapi alamat tinggal nggak sesuai. Dia pindah nggak laporan, nah ini membuat negara kacau,” kata Cak Eri.

Tak pelak, berbagai terobosan tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai stekahoder.

Pemkot pun diganjar berbagai penghargaan secara nasional.

Bahkan, beberapa program di antaranya akan diadopsi ke dalam program pemerintah pusat.

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (KemenkoPMK) misalnya, berharap upaya penanganan stunting di Kota Surabaya bisa diterapkan oleh pemerintah pusat, salah satunya adalah pencegahan pernikahan dini.

Menurut Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan Kemenko PMK Agus Suprapto, hal tersebut dapat diterapkan dan dicontoh oleh kota/kabupaten lain di seluruh Indonesia.

”Sehingga program nasional penanganan stunting bisa tercapai,” kata Agus saat berunjung ke Surabaya belum lama ini.

Tak sendiri, Wali Kota Eri juga mendorong jajaran Pemkot untuk berinovasi, termasuk dengan menggandeng berbagai lembaga, instansi pendidikan, dan stakeholder terkait.

Kecamatan Semampir Surabaya misalnya, menggandeng Alumni Senior Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (ASFKUA) dalam upaya penanganan stunting.

Melalui Temu Wicara, pihak kecamtan membuat forum diskusi dan evaluasi terkait penanganan stunting di wilayah Semampir.

Camat Semampir Kota Surabaya, M Yunus menyampaikan terima kasih dan apresiasi terhadap kegiatan Temu Wicara yang diinisiasi ASFKUA.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved