Brigadir J Ditembak di Rumah Jenderal
AKHIRNYA Ferdy Sambo Akui Anak Buah Tak Ada yang Berani Tolak Perintahnya: Berani Lapor Atasan Saya
Akhirnya Ferdy Sambo mengaku bahwa di kepolisian tak ada yang berani melawan perintahnya. Kalau berani, lapor pimpinannya.
"Saya 28 tahun dinas saya tidak pernah memberikan perintah yang salah kepada anggota. Saya 28 tahun dinas. Makanya mereka pasti akan mencoba untuk melaksanakan perintah itu," jawab Ferdy Sambo.
"Walaupun perintah itu bertentangan dengan UU dan peraturan?" tanya majelis hakim.
"Iya," timpal Ferdy Sambo.
Umbar Isu Pelecehan Lagi

Cerita Ferdy Sambo tentang pelecehan Putri Candrawati membuat Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terheran hingga bertanya kelaziman kepada saksi.
Sebab dalam beberapa kali persidangan, Ferdy Sambo selalu menceritakan tentang pelecehan yang dialami Putri.
Adapun salah satu perwira Polri yang sempat diceritakan adalah AKBP Arif Rahman.
Arief saat itu diminta datang oleh Ferdy Sambo untuk mewawancarai Putri Candrawati soal kejadian pelecehan seksual yang disebut dilakukan oleh Brigadir Yosua pada 9 Juli 2022.
Namun, Arif saat itu hanya mewawancarai Ferdy Sambo karena Putri tak bisa diwawancarai.
Dia pun diceritakan Eks Kadiv Propam Polri itu mengenai insiden pelecehan seksual tersebut.
"Saudara yang kemudian mencatat karena Ferdy Sambo mengatakan PC tidak bisa diajak komunikasi dan untuk menulis. Bahkan kemudian Ferdy Sambo yang menceritakan kejadian itu. Lazim gak itu?," tanya Hakim kepada AKBP Arif dalam persidangan di PN Jakarta Selatan, Kamis (22/12/2022).
"Karena saya melihatnya ibu Putri waktu itu menangis," jawab Arif.
Lalu, Hakim kembali bertanya kepada Arif terkait kelaziman seorang yang bukanlah korban yang menceritakan soal pelecehan seksual.
Adapun orang itu tidak lain Ferdy Sambo yang mewakili istrinya untuk menceritakan insiden tersebut.
"Saya bertanya lazim tidak kok orang yang jadi korban kok orang lain yang cerita?," tanya hakim dikutip dari Tribunnews.com.