Tips Sehat

Tips Sehat, Tenang Hadapi Omicron, Jika Terpapar, Konsumsi Vitamin Ini, Simak Daftarnya

Wabah Covid-19 varian omicron sedang menjadi momok saat ini. Penularanya yang cepat menyebabkan varian omicron meluas di berbagai negara.

Editor: Suyanto
Camva
Ilustrasi - Gejala Covid-19 Omicron 

SUYA.co.id I  Wabah Covid-19 varian omicron sedang menjadi momok saat ini. Penularanya yang cepat menyebabkan varian omicron meluas di berbagai negara. Termasuk di Indonesia saat ini.

Menjaga protokol kesehatan menjadi jurus paling jitu di tengah pandemi. Semoga anda dan kita semua aman-aman saja. Namun jika anda terjangkit, bersikaplah dengan tenang dan tetap semangat untuk proses penyembuhannya. Lakukan isolasi dan jalani prokes.

Menjaga asupan gizi dan vitamin menjadi kunci untuk bertahan dan sembuh dari infeksi corona virus.

Berikut daftar vitamin yang direkomendasikan untuk pasien terjangkoit omicron, seperti dalam artikel yang dilansir lama hellosehat.com berjudul: "Daftar vitamin yang direkomendasikan untuk isolasi mandiri".

Artikel ditulis Ulfa Rahayu dan telah ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

Ilustrasi vitamin yang baik untuk menjaga daya tahan tubuh.
Ilustrasi vitamin yang direkomendasikan buat isoman Omicron. (Freepik)

Dijelaskan, dalam Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 3 yang disusun oleh gabungan perhimpunan dokter Indonesia terdapat beberapa rekomendasi vitamin yang baik dikonsumsi pasien-pasien COVID-19.

Rekomendasi vitamin tersebut berbeda tergantung tingkatan keparahan gejala pada pasien. Persamaannya, bagi setiap pasien COVID-19 direkomendasikan untuk mengonsumsi vitamin C dan vitamin D. Namun, ada juga vitamin dan mineral lain yang tak kalah penting. Berikut adalah daftarnya.

1. Vitamin C
Salah satu gejala khas dari penyakit COVID-19 adalah peradangan paru-paru yang membuat penderitanya sesak napas. Konsumsi vitamin C dapat membantu mengurangi peradangan berkat sifat antioksidannya.

Biasanya, vitamin C sering diminum untuk membantu meredakan gejala pilek. Vitamin C juga baik dikonsumsi untuk Anda yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Baca juga: Tips Sehat, Kulit Putih Berkat Minum Kolagen, Kata Dosen Unair, Ini Cara Dapatkan Kolagen yang Aman

Baca juga: Tips Sehat, 5 Tips Payudara Tetap Kencang, Tak Perlu Obat, Tak Perlu Mahal, Atur Saja Cara Tidur

ILUSTRASI berjemur di bawah sinar matahari
ILUSTRASI berjemur di bawah sinar matahari untuk mendapatkan vitamin D (KOLASE TRIBUN SOLO/Halodoc)

2. Vitamin D
Utamanya, vitamin D berfungsi untuk membantu mempertahankan kadar kalsium dan fosfor darah dalam tubuh. Namun, vitamin D juga dapat melindungi Anda dari infeksi pernapasan seperti COVID-19.

Berdasarkan uji klinis yang terbit dalam Journal of Pharmacology and Pharmacotherapeutics, konsumsi vitamin D dapat mengurangi risiko Anda terhadap gejala parah infeksi saluran pernapasan secara signifikan.

Sebenarnya, sumber vitamin D yang paling baik bisa Anda dapatkan dari paparan sinar ultraviolet matahari. Namun, Anda juga bisa mendapatkannya dari suplemen khusus atau makanan seperti ikan, susu, dan kuning telur.

Baca juga: Tips Sehat, Ibu Hamil Terpapar Covid-19, Ini yang Perlu Disiapkan, Kenali Dampaknya Pada Janin

Baca juga: Tips Sehat, Omicron Menggila, Begini Cara Mendeteksi, Cara Obati Omicron, Info Panduan Isoman

3. Vitamin B kompleks
Vitamin yang tak kalah penting untuk membantu kondisi Anda selama menjalani isolasi mandiri adalah vitamin B kompleks, salah satunya vitamin B6.

Vitamin B6 sangat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh Anda agar tetap dalam kondisi prima, yang mana hal ini sangat dibutuhkan untuk membantu melawan penyakit infeksi seperti COVID-19. Pastikan Anda mengonsumsi vitamin B kompleks yang cukup, baik dari suplemen maupun makanan.

4. Zinc
Tahukah Anda, ternyata beberapa obat flu atau obat pelega tenggorokan juga mengandung zinc di dalamnya. Mengingat gejala ringan COVID-19 serupa dengan gejala flu, zinc juga dapat membantu mengatasi beberapa gejala seperti hidung tersumbat, hidung berair, sakit tenggorokan, dan batuk.

Zinc juga dapat membantu produksi sel-T (limfosit-T) yang memicu tubuh untuk merespons terhadap infeksi penyakit.

Baca juga: Tips Sehat, Cara Atasi Asam Lambung, Seruput Saja 3 Minuman Ini, Paling Mudah Minum Air Putih

Baca juga: Tips Sehat: Begini Cara Mudah Merawat Ginjal, Tidak Perlu Biaya dan Gampang

Rekomendasi daftar vitamin untuk pasien isolasi mandiri

Berikut adalah gambaran seberapa banyak vitamin yang bisa dikonsumsi pasien tanpa gejala berdasarkan Pedoman Penatalaksanaan COVID-19.

Vitamin C

Vitamin C non-acidic 3-4 x 500mg
Tablet hisap vitamin C 2 x 500mg
Multivitamin dengan kandungan vitamin C 1-2 tablet perhari
Vitamin D

Suplemen 400-1000 IU setiap hari
Obat 1000-5000 IU setiap hari
Pasien COVID-19 tanpa gejala harus melakukan isolasi mandiri sesuai dengan protokol kesehatan. Pasien akan dinyatakan sembuh atau selesai isolasi setelah melakukan isolasi mandiri selama 10 hari tanpa gejala sama sekali.

Untuk pasien positif COVID-19 OTG tetapi memiliki penyakit penyerta (komorbid) disarankan untuk melanjutkan pengobatan sesuai anjuran dokter.

Bagi pasien yang meminum obat jenis ACE-inhibitor (angiotensin-converting enzyme inhibitors) dan ARB, maka konsultasikan kondisi kesehatannya ke dokter paru atau dokter jantung.

Sedangkan, rekomendasi untuk pasien dengan gejala ringan adalah sebagai berikut.

Vitamin C

Vitamin C non-acidic 3-4 x 500mg
Tablet hisap vitamin C 2 x 500mg
Multivitamin dengan kandungan vitamin C 1-2 tablet perhari
Dianjurkan multivitamin yang mengandung vitamin C, B, E, Zink

Vitamin D

Jenis suplemen 400-1000 IU/ hari
Jenis obat 1000-5000 IU/hari
Azitromisin 1 x 500mg diminum selama 5 hari.

Baca juga: Tips Sehat: Cara Cegah Kanker, Stroke, dan Serangan Jantung, Konsumsi Tomat

Baca juga: Tips Sehat,Cara Turunkan Kolesterol, Lakukan 4 Olahraga Ini, Semua Orang Bisa

Produk Antivirus

Oseltamivir (Tamiflu) 2 x 75mg diminum selama 5-7 hari
Favipiravir (Avigan) 2 x 600mg diminum selama 5 hari.
Selain mengonsumsi vitamin, pasien COVID-19 gejala ringan bisa melakukan terapi simptomatik yakni mengobati setiap gejalanya. Sebagai contoh, jika mengalami batuk maka minum obat batuk.

Pasien gejala ringan ini juga direkomendasikan untuk melakukan Isolasi mandiri sesuai dengan protokol kesehatan. Masa isolasinya yakni 10 hari sejak timbul gejala ditambah 3 hari bebas gejala.

Bagi pasien gejala ringan yang memiliki penyakit penyerta disarankan untuk tetap melakukan pengobatan sesuai dengan anjuran dokter.

Sementara bagi pasien COVID-19 dengan gejala sedang dan gejala berat dirawat di rumah sakit agar berada dalam pemantauan dokter-dokter ahli.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved