TOPIK
Gadis Penghibur di Malang
-
Baik Agita maupun Silvi, saat ini menjadi tulang punggung keluarga.
-
Silvi masih tercatat sebagai siswi kelas 12 di sebuah SMK. Dia terjun di dunia hiburan malam saat masih duduk di kelas 11.
-
Anton mengakui sejauh ini petugas Satpol PP belum maksimal melakukan penertiban tempat-tempat mangkal para PSK.
-
Sesekali dia geleng-geleng kepala saat ditanya perihal bahaya HIV/AIDS.
-
Cara itu dianggap efektif. Buktinya, Wanda dan teman-temannya tidak pernah menemukan kendala saat menjalani suntik KB.
-
Daripada menyuruh om-om pakai sarung (kondom -red), lebih mudah pakai suntik KB
-
Dia menjadi gadis pemandu lagu di sebuah rumah karaoke di kawasan Agrowisata, Kota Batu.
-
Razia Satpol PP selama ini hanya menyentuh para pedagang kaki lima yang melanggar perda terkait lokasi jualan.
-
Cukup membayar fee 20.000 tukang ojek akan mengantarkan tamu ke villa yang diinginkan.
-
Harga wanita panggilan langganan pejabat pasti lebih tinggi dibandingkan wanita panggilan umumnya.
-
Ada pergeseran motif antara siswi yang menjadi wanita panggilan dulu dan sekarang.
-
Beberapa lelaki terlihat ingin menciumnya, namun, ia menolak dengan menjauhkan bibir lelaki tersebut dengan tangannya.
-
Tubuh bongsor dan penampilan mampu menutupi usia siswa yang masih duduk di SMP Kecamatan Lawang Kabupaten Malang.
-
Mereka sering berkumpul di Jalan Ijen. Mereka memadati pinggir jalan dan warung-warung..
-
Menghadapi pria dewasa, remaja belasan tahun itu terlihat profesional bahkan cenderung berani.
-
Begitulah modus seorang germo untuk mencari anak buah sekaligus memasarkannya ke calon klien.
-
SURYA mengamati secara khusus pesta malam tahun baru di Malang, yang melibatkkan pekerja seks anak-anak usia sekolah menengah atas.