Gadis Penghibur di Malang
Ayam SMA Andalkan Suntik Bidan
Daripada menyuruh om-om pakai sarung (kondom -red), lebih mudah pakai suntik KB
SURYA Online, MALANG - Kehamilan menjadi momok para pekerja seks dari kalangan pelajar di Malang Raya.
Bagi mereka kehamilan berarti kecelakaan, yang akan membuka aib yang selama ini disembunyikan, termasuk kepada keluarga. Mereka tidak mau kecelakaan itu terjadi.
Nah, untuk urusan menghindari kecelakaan ini, para remaja yang baru beranjak dewasa ini percaya pada perlindungan bidan langganan.
Mereka rutin datang berkonsultasi dan meminta suntik anti-hamil.
“Istilahnya, suntik KB,” jelas Luna, nama samaran, seorang pelajar saat wawancara khusus dengan Surya di malam pergantian tahun, Selasa (31/12/2013) lalu.
Suntikan ini biasanya diberikan bidan untuk wanita yang berkepentingan mengatur kelahiran atau keluarga berencana (KB).
Cara serupa ditempuh Wanda. Pekerja seks cilik, yang oleh masyarakat Malang disebut Kimcil ini mengaku, suntik KB pada bidan menjadi pilihan karena murah dan simpel.
“Daripada menyuruh om-om pakai sarung (kondom -red), lebih mudah pakai suntik KB,” kata Wanda.
Di kalangan para pekerja seks, kata Wanda, banyak cerita yang menyebut pelanggan membatalkan hajat saat diminta memakai sarung kontrasepsi.
Ada pula pelanggan yang malah marah karena tersinggung seolah dianggap biang penebar penyakit.
Padahal, Wanda sendiri tidak pernah berpikir resiko penyakit seks menular.
Yang dia pikirkan, semata-mata menghindari kehamilan.
”Seperti saya ini, yang ditakutkan, kalau hamil,” ujar Wanda sembari melepas tawa.
Anak pertama dari tiga bersaudara itu mengenal suntik KB dari petunjuk teman-temannya.
Mereka pula yang menunjukkan alamat bidan di Kota Malang tersebut.
“Sebagian besar teman-teman sudah juga melakukannya (suntik KB). Tapi bidannya beda-beda,” tuturnya.
Para remaja itu umumnya melakukan suntik KB sebulan sekali. (idl/iks/sha)