Gadis Penghibur di Malang
Ayam SMA Ini Juara Kelas dan Berharap Bisa Kuliah
Silvi masih tercatat sebagai siswi kelas 12 di sebuah SMK. Dia terjun di dunia hiburan malam saat masih duduk di kelas 11.
SURYA Online, MALANG - Kalau saya tidak bekerja seperti sekarang ini (menjadi purel sebuah klub malam), saya nggak bakalan bisa menyelesaikan sekolah. Padahal saya ingin melanjutkan kuliah
Kalimat itu meluncur dari bibir Silvi, pekerja seks SMA yang sehari-hari menjadi purel (pemandu lagu) di sebuah rumah karaoke di kawasan Agrowisata, Batu.
Selain Silvi, masih ada dua siswi SMA lainnya, yang bekerja di tempat dugem itu.
Silvi anak kedua dari empat bersaudara. Sejak setahun terakhir, dia memilih tinggal di kos-kosan jauh dari orang tuanya.
Kepada keluarganya, Silvi mengaku bekerja sebagai pelayan cafe.
Dia harus bohong karena keluarganya bakal murka bila tahu profesi Silvi yang sesungguhnya.
Silvi masih tercatat sebagai siswi kelas 12 di sebuah SMK. Dia terjun di dunia hiburan malam saat masih duduk di kelas 11.
Awalnya dia diajak teman mainnya yang juga masih sekolah.
“Saya freelance dulu di sebuah cafe di Malang. Teman yang ngajak,” akunya.
Dia dibina seorang germo laki-laki berusia 28 tahun. Si germo itulah yang membuat Silvi kemudian ikut menjadi ayam, bukan sekedar purel (pemandu lagu).
Di mulai ketika si germo memetik mahkotanya. Dia tidak bisa menolak lantaran takut tidak diberi pekerjaan.
Kini, di usianya yang baru 16 tahun, Silvi sudah tidak canggung menemani tamu. Tapi tidak setiap hari ada tamu yang membookingnya.
Kalau sepi booking, Silvi kembali menjadi pemandu lagu. Ini pekerjaan rutin, yang dijalani hingga dini hari.
Cukup lelah memang. Tapi Silvi tidak mau rasa lelah itu membuatnya lupakan sekolah.
Sebaliknya, kerja lelah itu yang selama ini menjaga tetap semangat bersekolah.