TOPIK
Pelecehan Seksual
-
Angie, orang tua satu dari dua korban berharap kasus kekerasan seksual yang menimpa anaknya bisa segera tuntas.
-
Menurut Ayup, gelar perkara terpaksa harus ditunda sampai hasil lie detector diterimanya dan konfrontir antar saksi bisa digelar.
-
Sudah ada sekitar 20 orang saksi yang diperiksa. Dari keterangan mereka, memang condong atau mengarah ke terlapor ini sebagai tersangkanya.
-
Agenda besok merupakan rangkaian akhir sebelum polisi melaksanakan gelar perkara.
-
Pria berpawakan pendek gempal itu berjalan cepat menembus kepungan jurnalis yang berusaha mewawancarainya.
-
Pemeriksaan ini menjadi tahap akhir sebelum dilakukan gelar perkara.
-
Asupan obat yang semula dimasukkan lewat selang infus, kini diberikan melalui minum.
-
Saat melamar pekerjaan di sekolah lain, dia tidak diterima karena dianggap masih menyangkut masalah sekolah sebelumnya.
-
Angie mengatakan, anaknya sempat stres setelah tahu pelaku berinisial M itu tidak ditangkap polisi. Anaknya langsung sesak nafas.
-
Sehari-hari, ungkap Wison, M bekerja serabutan. Dia biasanya mengawasi kerja tenaga kebersihan yang berstatus outsourcing.
-
Wison mengakui, M adalah kerabat tepatnya keponakan dari pemilik sekolah, Jane Mandagi.
-
Arist mendengarkan penjelasan Wison dan bertanya upaya sekolah setelah adanya kasus ini.
-
Pasalnya, selama ini mereka merasa berjuang sendiri mencari saksi dan orang tua murid yang anaknya juga menjadi korban pedofilia.
-
Menurut Arist, kasus pencabulan di lingkungan sekolah harus mendapatkan perhatian dari seluruh masyarakat.
-
Alat ini dipakai untuk menguji kebenaran dari pengakuan para saksi dan terlapor yang sudah di-BAP.
-
Angie selalu berdoa agar para orang tua ini terbuka hatinya untuk mau menceritakan kasus yang menimpa anaknya kepada polisi.
-
Fokus dia saat ini lebih ke penggalian keterangan saksi-saksi termasuk telah memeriksa terlapor berinisial M.
-
#SIDOARJO - Wenny, Kepala Sekolah Dasar (SD) Anugerah School di Sidoarjo mengakui ada keluhan dari sejumlah guru soal pencabulan siswanya.
-
Di sekolah itu, M yang masih membujang di usia 40 tahun itu bertugas sebagai pengawas office boy.
-
Perlahan, bocah 8 tahun itu menceritakan apa yang dia alami saat di sekolah.
-
Dijelaskan Mustain, sikap yang nanti diambil dinas tergantung kasusnya. Bila kasus ini dilakukan oleh personal, maka sanksinya bersifat personal.
-
"Kasusnya kan sudah ditangani polisi, jadi lebih jelasnya silakan tanya ke polisi saja," jawab perempuan ini melalui ponselnya, 11 Juli 2015 malam.
-
Pihak sekolah diduga tahu tapi seperti sengaja membiarkan. Indikasinya, berdasarkan keterangan para siswa, guru-guru melarang murid ke toilet sendiri.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved