Sabtu, 25 April 2026

Pelecehan Seksual

Ketua Yayasan Anugerah School Sebut M Cuma Rangkul Anak-anak

Sehari-hari, ungkap Wison, M bekerja serabutan. Dia biasanya mengawasi kerja tenaga kebersihan yang berstatus outsourcing.

Penulis: Miftah Faridl | Editor: Titis Jati Permata
surya/miftah faridl
Wison Jogiantoro saat berdialog dengan Arist Merdeka Sirait, Senin (3/8/2015). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Ketua Yayasan Dharma Sejahtera, lembaga yang menaungi Anugrah School, Wison Jogiantoro memiliki pandangan yang berbeda dalam menilai sosok M yang diduga menjadi pencabul beberapa siswa di sekolah itu.

Wison menilai M baik dan penyayang anak. Wison mengatakan ini dihadapan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait dan wartawan saat mendatangi SD Anugrah School, Senin (3/8/2015).

M kata Wison, adalah keponakan dari pemilik sekolah, Jane Mandagi.

Sehari-hari, ungkap Wison, M bekerja serabutan. Dia biasanya mengawasi kerja tenaga kebersihan yang berstatus outsourcing.

Di balik itu, Wison mengenal M sangat sayang kepada murid-murid di sana.

Dia bercerita, pernah suatu hari M membela seorang anak yang hendak dipukul orang tuanya.

M menarik si anak ke belakang tubuhnya untuk menghidari orang tua yang sedang marah.

"Dia bela anak itu karena mau dipukul. M sayang sama anak-anak," pujinya.

Dia mengakui, rasa sayang M sering diwujudkan dengan merangkul pundak anak-anak di sana.

Menurut Wison hal itu lumrah dan hanya bentuk rasa sayang saja. "Cuma rangkul-rangkul. Tidak mungkin kalau dia melakukan itu (pencabulan)," kata Wison.

Saat ini M dinonaktifkan dari pekerjaannya. Wison mengatakan, sulit mempekerjakan kembali M meski dalam proses hukum dia dinyatakan tidak bersalah.

Menurutnya, berat bagi sekolah mempekerjakannya lagi karena tudingan buruk terlanjur diarahkan pada M.

Dia tetap tunduk pada proses hukum. Wison berjanji tidak akan menutup-nutupi kasus ini.

Pasca kasus mencuat, pihak sekolah telah memasang 24 CCTV dan memberi satu tenaga keamanan perempuan di dekat toilet untuk mengantisipasi kejadian serupa.
Seperti diketahui, dua orang wali murid di sekolah itu melaporkan kekerasan seksual yang dialani anak mereka ke Polres Sidoarjo.

Korban diperkirakan lebih dari dua orang. Kasus ini masuk ke tahap penyidikan.

Dalam waktu dekat penyidik menggelar pemeriksaan ulang menggunakan alat pendeteksi kebohongan (lie detector).

Polisi sudah menggelar olah TKP. Terakhir, tim labfor Polda Jatim turun tangan mengusut kasus ini.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved