Sabtu, 25 April 2026

Pelecehan Seksual

"Kami Korban dan Kami Harus Melawan Pedofilia"

Angie mengatakan, anaknya sempat stres setelah tahu pelaku berinisial M itu tidak ditangkap polisi. Anaknya langsung sesak nafas.

Penulis: Miftah Faridl | Editor: Titis Jati Permata
surya/miftah faridl
Stiker perang melawan pedofilia yang dibuat orang tua korban kekerasan seksual di Anugerah School Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Angie dan Anna (bukan nama sebenarnya), terus melawan pelaku yang mencabuli anak-anak mereka saat bersekolah di Anugerah School.

Meski kasus ini telah ditangani Polres Sidoarjo, keduanya tidak tinggal diam sampai pencabul itu dijebloskan penjara.

Keduanya tetap bersuara. Angie misalnya, tetap vocal meski hujatan tak reda menimpanya.

"Saya dibilang tidak beriman. Dibilang mencemarkan sekolah. Dimusuhi. Tapi saya tetap teguh. Kami korban, kami harus melawan," ujar Angie ditemui di rumahnya, Selasa (3/8/2015).

Ada juga yang mendukung dan memberi support. Beberapa wali murid memberi dia informasi dan nomor ponsel wali murid lain yang anaknya menjadi korban.

Ada wali murid yang mau cerita. Tapi mereka enggan buka suara.

Selain mengawal kasus ini, Angie berinisiatif mensosialisasikan gerakan anti pedofilia.

Angie membuat stiker bertuliskan 'Stop Pedofilia Pada Anak'. Stiker itu diberikan Angie ke teman dan tamu yang berkunjung ke rumahnya.

"Stiker ini terinspirasi dari anak saya. Saya tidak ingin ada anak lain yang menjadi korban. Saya menganggap pedofilia begitu dekat dengan anak-anak kita. Makanya saya ingin setiap orang tua lebih peduli dengan anak-anak mereka," ujar Ivone.

Angie menganggap apa yang dia lakukan selama ini adalah bentuk trauma healing bagi anaknya.

Dia tidak pernah menutupi kasus ini. Angie selalu menceritakan apapun yang terjadi agar anaknya bisa lebih terbuka.

Dia menguatkan hati anaknya dengan mengatakannya sebagai pahlawan.

Angie mengatakan, anaknya sempat stres setelah tahu pelaku berinisial M itu tidak ditangkap polisi. Anaknya langsung sesak nafas.

"Anak saya memang punya penyakit sesak. Saya besarkan hatinya, Nak kamu pahlawan. Berkat kamu, banyak anak yang selamat dari kejahatan M. Sekolah menjadi berbenah dan teman-temanmu terlindungi," ujarnya.

Angie dan Anna telah memindahkan anak-anak mereka dari Anugerah School.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved