Pelecehan Seksual
"Saya Peluk Dia Agar Mau Bercerita, Setelahnya Saya Lemas Mendengarnya"
Perlahan, bocah 8 tahun itu menceritakan apa yang dia alami saat di sekolah.
Penulis: Miftah Faridl | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SIDOARJO - Kasus pencabulan yang dialami anak laki-lakinya, membuat Angie (bukan nama sebenarnya) begitu terpukul.
Ibu tiga orang anak itu khawatir, masa depan anaknya hancur karena kejadian ini. Berbagai cara dilakukannya agar buah hatinya bisa pulih psikologisnya.
Ditemui SURYA.co.id di rumahnya, Angie melihat ada perubahan perilaku dari anaknya di hari dia dicabuli.
"Anakku datang sekolah dengan wajah murung. Dia langsung masuk kamar dan sama sekali tidak berkata apa-apa. Tidak seperti biasanya dia begitu," ujarnya, Senin (13/7/2015).
BACA JUGA » Ini Harapan Orangtua Bocah SD Korban Pencabulan di Sidoarjo
Sehari-hari, anak Angie selalu riang saat pulang sekolah. Dia langsung ganti baju, bersih-bersih diri dan minta makan.
Angie bercerita, anaknya bila makan siang biasanya menghabiskan dua piring. Selalu lahap ketika makan siang.
Di hari itu, 30 April 2015, suasana heboh dan riang itu sirna. Angie menaruh curiga dengan gelagat sang anak.
Dia kemudian berusaha mendekati dengan menyuapinya. Namun ditolak. Anaknya tetap diam.
Angie lantas meminta bantuan kepada orangtuanya untuk merayu anaknya makan. Usaha ini berbuah hasil. Anaknya mulai mau bicara.
"Kita rayu-rayu terus agar dia ngomong ada apa di sekolah. Kakeknya sampai ngasih dia duit dan mainan. Saya peluk dia dan berkata 'Anakku, cerita ke Mama, Nak'. Dia akhirnya mengaku," ujar Angie.
Anak keduanya itu mengaku dicabuli oleh Koko M. Perlahan, bocah 8 tahun itu menceritakan apa yang dia alami saat di sekolah.
BACA JUGA » Kepala SD Anugerah Akui Guru Tahu Ada Pencabulan Siswa
Mendengar cerita itu, Angie langsung lemas. Dia kumpulkan kekuatan dan meraih handphone untuk menelpon guru kelas anaknya.
Jam saat itu menunjuk ke angka 22.00. "Malam itu juga saya telepon. Guru itu kaget dan berjanji akan menelpon kepala sekolah. Namun dia bilang kalau kepala sekolah tidak bisa dihubungi. Sekolah baru mau menemui saya pada 4 Juni," ujarnya dengan nada kecewa.
Sebelum bertemu dengan pihak sekolah, Angie meminta visum ke rumah sakit. Namun, dia disarankan agar membuat laporan polisi terlebih dahulu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/1307anugerah-school_20150713_143609.jpg)