Pembunuhan Vina Cirebon

Imbas PK Terpidana Kasus Vina Cirebon Ditolak MA, Nasib Pertunangan Ucil Dipertanyakan, Ayah Nangis

Nasib pertunangan Rivaldy alias Ucil, terpidana kasus Vina Cirebon dipertanyakan setelah Mahkamah Agung menolak permohonan Peninjauan Kembali (PK)

Editor: Musahadah
kolase tribunnews
Nasib pertunangan Rivaldy alias Ucil dipertanyakan setelah PK terpidana kasus Vina Cirebon ditolak MA. 

SURYA.co.id - Nasib pertunangan Rivaldy alias Ucil, terpidana kasus Vina Cirebon dipertanyakan setelah Mahkamah Agung menolak permohonan Peninjauan Kembali (PK) perkaranya.

Dengan ditolaknya PK, berarti 7 terpidana kasus Vina Cirebon, termasuk Rivaldy alias Ucil tetap akan menjalani hukuman seumur hidup seperti putusan sebelumnya.  

Padahal, pada Rabu (12/12/2024) Ucil telah bertunangan dengan perempuan asal Kalimantan Timur bernama Yuli di Lapas Kelas 1 Cirebon, Jawa Barat.

Terkait penolakan PK ini, Yuli diketahui langsung menghubungi redaksi diskursus.net yang beberapa waktu lalu mewawancara dia soal pertunangannya dengan Ucil. 

Yuli mengaku terkejut setelah melihat siaran langsung diskursus.net terkait penolak PK terpidana kasus Vina Cirebon.

Baca juga: Titin Prialianti Pingsan saat PK Terpidana Kasus Vina Cirebon Ditolak MA, Jutek: Ini Tragedi Hukum

Dalam wawancara sebelumnya, Yuli sangat yakin Rivaldy akan keluar dari penjara karena dia meyakini tunangannya itu tidak bersalah di kasus Vina Cirebon.

"Karena saya yakin dia pasti bebas, pasti keluar. Karena dia tidak bersalah juga kan. 

"Saya setelah jalani hubungan, saya yakin orangnya akan pegang omongannya," katanya. 

Yuli mengaku pernikahannya akan digelar menunggu Rivaldy bebas dari penjara.

"Saya percaya dia pasti bebas mas," tegas Yuli.

Setelah putusan ini, apakah pernikahannya akan tetap digelar? belum ada pernyataan dari Yuli. 

Sementara itu, Asep Kusnadi, ayah Ucil terlihat memegang kepala sambil berulang kali menggeleng saat mengetahui PK anaknya ditolak MA. 

Air mata menetes di pipinya yang kian keriput oleh beban hidup dan rasa kecewa.

Kemarahan bercampur keputusasaan pun meluap dari Asep.

Dengan suara bergetar, ia mengecam hukum yang menurutnya tak lagi bisa dipercaya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved