Berita Mojokerto

PJs Akhmad Jazuli Salurkan Insentif Guru TPQ kepada 6.179 Ustaz dan Ustazah se-Kabupaten Mojokerto

Pemkab Mojokerto menyalurkan bantuan insentif untuk 6.179 guru TPQ dengan total senilai Rp 3.089.500.000.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: irwan sy
mohammad romadoni/surya.co.id
PJs Bupati Mojokerto, Akhmad Jazuli menyalurkan bantuan insentif guru TPQ secara simbolis, di Pendopo Graha Maja Tama Pemkab Mojokerto, Selasa (29/10/2024). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Pemkab Mojokerto menyalurkan bantuan insentif guru TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an), dengan total senilai Rp 3.089.500.000 untuk 6.179 guru TPQ se-Kabupaten Mojokerto tahun 2024.

Insentif guru TPQ tahun ini naik, masing-masing mendapat insentif Rp 500 ribu/orang, dan akan terus meningkat secara bertahap sesuai komitmen Pemda mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Bantuan insentif guru TPQ diserahkan secara simbolis oleh PJs Bupati Mojokerto, Akhmad Jazuli bersama Sekda Teguh Gunarko didampingi Kepala Kemenang Muttakin, kepada 200 perwakilan guru TPQ, di Pendopo Graha Maja Tama (GMT) Kabupaten Mojokerto, pada Selasa (29/10/2024).

Insentif guru TPQ sesuai landasan hukum, Keputusan PJs Bupati Mojokerto Nomor 188.45/776/HK/416-012/2024, tentang daftar penerima dan besaran bantuan sosial berupa uang insentif bagi guru TPQ.

PJs Bupati Akhmad Jazuli, menegaskan Pemerintah Daerah secara bertahap akan menaikkan insentif guru TPQ di seluruh Bumi Majapahit.

"Komitmen kita (Pemda Mojokerto) untuk mensejahterakan guru TPQ, Alhamdulillah ada 6.179 guru TPQ. Kita akan tingkatan terus, sekarang menjadi 500 ribu dan kedepan akan naik secara bertahap setiap tahun," ujar Akhmad Jazuli.

Ia mengungkapkan guru TPQ sangat berjasa memperkuat pondasi anak-anak generasi penerus di Kabupaten Mojokerto, khususnya dalam baca tulis Al-Qur'an.

Menurutnya, TPQ adalah lembaga yang bergerak di bidang sosial dan guru-guru bukan mencari keuntungan duniawi.

"Guru TPQ predikat yang mulia, tolong ditata hatinya dan keikhlasannya. TPQ memang bukan
berorientasi pada materi, karena memang tujuan seorang guru TPQ adalah untuk menyelematkan akidah anak," ujar Akhmad Jazuli.

Mantan Sekda Jombang ini menuturkan, dirinya sampai hari ini masih aktif sebagai guru Ngaji meskipun menjabat sebagai PJs Bupati Mojokerto.

Ia berharap guru TPQ tidak mengejar duniawi dan tetap fokus mengajar baca tulis Al-Qur'an kepada anak-anak.

"Jazuli jadi Pjs bupati tetap mengajar Ngaji. Maka dari itu guru-guru TPQ tetap fokus mengajar Ngaji, menyebar kebaikan untuk masyarakat Kabupaten Mojokerto. Kita juga berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru TPQ," ungkap Jazuli.

Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra, Bambang Purwanto mengatakan Pemda berterima kasih atas dedikasi mengajar mengaji anak-anak di Kabupaten Mojokerto.

Insentif guru TPQ merupakan kebijakan pimpinan daerah Kabupaten Mojokerto, yaitu meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan.

"Sehingga tahun 2024 diberikan insentif bagi guru TPQ sebesar 500 ribu, yang akan naik bertahap," ucap Bambang disambut sorakan Alhamdulillah oleh ratusan guru TPQ yang hadir.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved