Berita Mojokerto

Perkuat Program Ketahanan Pangan, 16 Proyek Irigasi Pertanian di Mojokerto Selesai Lebih Cepat

prioritas pembangunan irigasi pertanian maupun perbaikan bendung sesuai dengan kebutuhan masyarakat khususnya petani.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Deddy Humana
surya/Mohammad Romadoni (Romadoni)
Pembangunan dan peningkatan irigasi di Bendungan Mojogeneng di Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Sebanyak 16 proyek prioritas pembangunan dan peningkatan irigasi pertanian di Mojokerto senilai Rp 9,5 miliar tuntas lebih cepat.

Pembangunan dan peningkatan irigasi tersebut, merupakan bentuk komitmen Pemkab Mojokerto untuk mendukung sektor pertanian dalam mewujudkan ketahanan pangan.

"Total ada 16 kegiatan pengerjaan konstruksi maupun peningkatan irigasi yang lebih cepat dari jadwal, semuanya sudah 100 persen," ungkap Kepala DPUPR Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin melalui Kabid SDA, Rois Arif Budiman, Kamis (19/12/2024).

Dikatakan Rois, 16 proyek pembangunan dan peningkatan irigasi yang bersumber dari alokasi APBD 2024, bervariasi dengan pagu tertinggi di angka Rp 900 juta dan terendah Rp 300 juta.

"Selama pengerjaan, Alhamdulillah tidak ada kendala. Untuk anggaran 16 paket kegiatan pembangunan dan peningkatan irigasi pertanian total Rp 9.546.762.000," bebernya.

Menurut Rois, prioritas pembangunan irigasi pertanian maupun perbaikan bendung sesuai dengan kebutuhan masyarakat khususnya petani.

Peningkatan bangunan irigasi itu, memperlancar pasokan air di areal persawahan sehingga mendukung  pertanian dalam mewujudkan ketahanan pangan dan sekaligus sebagai upaya pengendalian banjir.

"Semuanya masuk prioritas, karena fungsi utama pembangunan maupun peningkatan irigasi pertanian menunjang ketahanan pangan. Multifungsi irigasi pertanian, termasuk pengendalian banjir," jelasnya.

Pemkab Mojokerto ke depan akan tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur, salah satunya di sektor pertanian pada tahun 2025 nanti.

"Sudah masuk dalam rencana peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi, yang tersebar di seluruh Kabupaten Mojokerto pada 2025," ujar Rois.

Pihaknya berharap dengan tuntasnya pembangunan dan peningkatan irigasi pertanian itu, dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat maupun para petani di Kabupaten Mojokerto.

"Masyarakat dapat memanfaatkan langsung khususnya petani, karena bersamaan dengan waktu tanam.  Semoga bisa bermanfaat semuanya untuk menunjang irigasi pertanian," pungkasnya. *****

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved