Pembunuhan Vina Cirebon

Elza Syarief Diskakmat Pakar Hukum Pidana saat Bela Mati-matian Aep, Bantah Lihat Jarak 100 Meter

Elza Syarief bela mati-matian Aep hingga buat denah tempat kejadian. Diskakmat ahli hukum pidana Azmi Syahputra.

Editor: Musahadah
kolase nusantara TV
Elza Syarief dan Azmi Syahputra berdebat terkait Aep dan kondisi TKP kasus Vina Cirebon. 

Jawaban Elza ini tak dipercaya Azmi.  

"Untuk sebuah kota, harus dilihat beberapa alur, kalau mau obyektif". 

Menurut Azmi, hal ini disebabkan karena olah TKP yang tidak profesional.    

"Olah TKP tidak prodfesional, imbas kemana-mana.  Patut diduga olah TKP dibuat kabur," tegasnya.

Pengakuan Aep Selengkapnya

Kolase foto Aep. Begini Nasib Aep Saksi Kasus Vina Cirebon yang Kini Terpojok.
Kolase foto Aep. Begini Nasib Aep Saksi Kasus Vina Cirebon yang Kini Terpojok. (kolase Pos Belitung)

Sebelumnya, Aep mengaku melihat persitiwa pelemparan dan pengejaran Vina dan Eky dalam jarak 100 meter, pada malam hari. 

Bahkan dia menghafal pelakunya, termasuk Pegi Setiawan yang sempat ditangkap polisi sebelum akhirnya dibebaskan hakim karena salah tangkap. 

Aep sempat melihat Vina Cirebon dan Eki dikejar sekira delapan orang mengendarai 4 motor.

Delapan orang ini melempari batu Vina dan Eki yang saat itu pergi mengendarai motor. 

Kesaksian Aep itu diungkapkan saat diwawancara dalam program Kabar Utama Pagi TVOne, Jumat (24/5/2024). 

Diceritakan Aep, saat kejadian itu dia sedang berada di warung sedang berbelanja, tak jauh dari lokasi. 

"Waktu kejadian, kebetulan keberadan saya lagi di warung, ada sejumlah motor liwat. Lalu dilempari batu.

Perkiraan ada 4 motor yang mengejar," terang Aep. 

Saat ditanya apakah satu diantaranya adalah Pegi seperti yang ada di foto, Aep mengaku tak tahu namanya, tapi dia mengenali wajahnya. 

"Yang jelas, saya tahu wajahnya. Kalau wajahnya Saya mengenali," kata Aep. 

"Benar yang ditangkap (Pegi), sosok yang dilihat?," tanya presenter TVOne. 

Aep pun membenarkan.

"Iya, saya melihat," akunya. 

Diakui Aep, kejadian itu berlangsung pada malam hari. 

Empat motor yang mengejar Vina dan Eki, diantaranya  Vixion, Suzuki Satria, dan Beat.

"Ada sekitar 8 orang," akunya. 

Saat ditanya, apakah delapan orang yang dilihat itu yang kini menjadi terpidana, Aep mengaku sebagian benar. 

Aep mengaku setelah mengetahui ada pemotor yang dilempari batu oleh 4 pemotor lainnya, dia memilih untuk pulang. 

Karena itu, dia tidak tahu peristiwa selanjutnya. 

"Selebihnya gak tahu, karena (saya) takut kena sasaran.

Berhubung di situ sepi. jadi di situ jam 9 sudah sepi.

Setelah itu memutuskan buru-buru pulang," katanya, 

Aep lalu mengungkapkan, delapan orang yang melempari VIna dan Eki itu memang kerap terlihat sering nongkrong di tempat itu, tepatnya depan SMP 11. 

"Saya tahu karena saya sering lihat.

Sering nongkrong sore jam 5 atau malam," katanya. 

Saat ditanya apakah terpidana Saka Tatal yang kini telah bebas juga ada di di sana, Aep mengaku tak melihatnya. 

"Pas waktu penangkapan, Saka Tatal gak ada," katanya. 

Diakui Aep, dia pernah dimintai keterangan saat kasus ini bergulir pada 2016 silam. 

Dan, baru-baru ini dia kembali didatangi polisi untuk dimintai keterangan terkait hal ini. 

Meski demikian, dia belum pernah memberikan kesaksian di persidangan 8 terpidana sebelumnya. 

"Sempat dipanggil cuma gak datang," tegasnya. 

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved