Pembunuhan Vina Cirebon

Emosi Ayah Rivaldy alias Ucil ke Dede dan Liga Akbar yang Berbohong di Kasus Vina: Kejam Mereka!

Asep Kusnadi, ayah terpidana kasus Vina Cirebon Rivaldy Aditiya Wardhana, emosi kepada saksi Dede Riswanto dan Liga Akbar.

Editor: Musahadah
kolase nusantara TV
Asep Kusnadi, ayah Rivaldy alias Ucil emosi ke Dede dan Liga Akbar yang telah berbohong di kasus Vina Cirebon. 

SURYA.CO.ID - Emosi Asep Kusnadi, ayah terpidana kasus Vina Cirebon Rivaldy Aditiya Wardhana tak terbendung saat membicarakan Dede Riswanto dan Liga Akbar

Dede Riswanto dan Liga Akbar adalah saksi kasus Vina Cirebon yang  mencabut keterangan di berita acara pemeriksaan (BAP).

Dede dan Liga Akbar membantah keterangan sebelumnya tentang adanya pengejaran dan pelemparan yang berujung tewasnya Liga Dewi Arsita alias Vina Cirebon dan Muhammad Rizky alias Eky. 

Mereka mengaku terpaksa mengikuti skenario yang dibuat Iptu Rudiana tentang adanya pembunuhan di kasus Vina Cirebon.   

Meski Dede dan Liga Akbar telah mengakui kebohongannya dan mau bersaksi di sidang Peninjauan Kembali (PK) terpidana kasus Vina Cirebon, ayah Rivaldy, Asep Kusnadi tetap emosi ke mereka. 

Baca juga: Peran Iptu Rudiana Buat Peradilan Sesat Terpidana Kasus Vina Diungkap, Elza Syarief Bela Mati-matian

Asep mengaku didatangi Dede dan Liga Akbar sebelum persidangan PK terpidana kasus Vina dimulai pada Jumat (12/9/2024). 

Saat itu, keduanya meminta maaf ke Asep. 

"Saya bilang: kamu salah minta maaf ke saya. Kamu harus minta maaf ke Rivaldy, jangan ke saya," ungkap Asep menceritakan pertemuannya, dikutip dari tayangan BreakingNews Nusantara TV pada Rabu (18/9/2024).

Saat itu Asep juga memprotes mengapa sebelum sidang dimulai Dede dan Liga Akbar tidak langsung meminta maaf ke Rivaldy, minta izin jaksa, hakim atau pengacara. 

"Kalau saya gak ingetin kamu, hari itu pun kayaknya mereka gak bakalan minta maaf deh. Itu awalnya minta maaf," kata Asep sambil emosi.

Asep mengaku emosi dengan kelakuan Dede dan Liga. 

"MasyaAllah, anak saya dihukum seumur hidup mbak. Andaikata tidak ada film Vina,  mungkin, anak saya pulang tinggal nyawa. Tinggal raganya doang mbak. Bayangin masyarakat Indonesa, kejam mereka mbak," kata Asep.

Asep terus-terusan menyebut, jika tidak ada film Vina, Dede dan Liga tidak akan  mungkin datang ke sidang ini. 

"Saya emosi mbak, beneran. Mereka tuh kejam. Kejam sekali mereka itu," ungkap Asep. 

Bukankah Dede dan Liga Akbar akhirnya meminta maaf ke terpidana? 

Asep akhirnya menyadari, kalau mereka berbuat baik ke terpidana, dia pun tetap akan memaafkan. 

"Tapi kalau tidak ada film Vina, gak mungkin mereka datang.  Karena ada film Vina, akhirnya terungkap semua. Akhirnya mereka datang," katanya. 

Terkait kesanggupan Dede menggantikan para terpidana di penjara, menurut Asep, hal itu memang sudah seharusnya. 

"Itu mah terserah hakim. Itu bukan ranahnya saya. Mau dipenjara atau gak, itu urusan hakim. Yang jadi saya emosi, mereka datang setelah 8 tahun. Tidak ada itikad baik dari awal, terhadap orangtuanya," katanya. 

Terkait adanya tekanan dari Iptu Rudiana yang membuat Dede dan Liga berbohong, Asep menganggap memang pada 2016 kasus ini sangat ruwet. 

Banyak demo, intimidasi terhadap narapidana juga. Ya gimana ya mbak, MasyaAllah. Mudah-mudahan mereka semua dilepaskan dari segala tuduhan," tandasnya. 

Dede Siap Dihukum Mati

Dede saat sidang PK Terpidana Kasus Vina Cirebon. Ia Terpaksa Beri Kesaksian Palsu di Kasus Vina Meski Tak Diancam.
Dede saat sidang PK Terpidana Kasus Vina Cirebon. Ia Terpaksa Beri Kesaksian Palsu di Kasus Vina Meski Tak Diancam. (Tribun Cirebon)

Sebelumnya, saat menjadi saksi sidang PK terpidana kasus Vina, Dede Riswanto mengaku siap menggantikan posisi  7 terpidana kasus Vina Cirebon yang kini dihukum penjara seumur hidup. 

Bahkan Dede siap jika harus dihukum mati atas apa yang telah dilakukan terhadap para terpidana kasus Vina Cirebon.

Di sidang yang dipimpin hakim Arie Ferdian, Dede mencabut keterangan dalam BAP tahun 2016 yang menyebut dia mengetahui adanya pengejaran dan pelemparan batu yang dialami Vina dan Eky pada 27 Agustus 2016. 

Diakui Dede, saat itu dia memang bersama Aep sedang membeli rokok dan kopi sachet di warung Madura yang jaraknya 120 meter dari SMP 11 Cirebon.

Namun, saat itu kondisi gelap gulita dan dia tidak bisa melihat apapun di SMP 11, apalagi posisinya juga menikung dari warung madura tersebut. 

"Saya tidak melihat anak-anak nongkrong dan tidak melihat kejar-kejaran dari SMP 11 sampai ke fly over," katanya. 

Dede mengaku diajak ke Polres Cirebon Kota oleh Aep meski tidak tahu apapun dalam kasus Vina. 

Di sana dia bertemu Iptu Rudiana, dan diarahkan untuk memberikan kesaksian.  

Dia sempat bertanya ke Aep, kenapa harus berbohong. 

Kata Aep dia kesal karena pernah digerebek warga sekitar saat emmbawa cewek di rumah pada tanggal 25 agustus 2016. 

Dede juga mengaku pernah mendapat panggilan sidang, namun oleh Iptu Rudiana dia dilarang datang. 

"Katanya: udah tenang aja, tidak usah datang," ungkap Dede. 

Dede mengaku pada 2 September 2016 itu dia menandatangani berita acara pemeriksaan di setiap lembaran, meski dia tidak membaca kembali per lembar-nya. 

Lalu, terkait BAP tertanggal 23 November 2016 yang juga ada di perkara ini, Dede mengaku sama sekali tidak pernah diiperiksa di Polda Jabar. 

Dia mengaku pada 2016 hanya diperiksa di Polres Cirebon Kota.

"BAP polda jabar 2016 ada gak muka saya di CCTV. Gak mungkin dong CCTV gak bisa dibuka," sindirnya. 

Kuasa hukum terpidana lalu meminta Dede untuk mencocokkan tanda tangannya (paraf) di BAP tanggal 23 November, dan diakui Dede itu bukan tanda tangannya.   

"Agak berbeda tanda tangannya," katanya. 

"Pada saat itu saya gak ngerti paraf. Tidak pernah saya," sambungnya. 

Dede juga mengaku tidak pernah disumpah saat memberikan keterangan di kasus ini, karena itu kalau jaksa memiliki berita acara sumpah, hal itu sangat aneh. 

"Tidak pernah sama sekali pak disumpah. Itu pun BAP cuma 1 jam," akunya. 

Kuasa hukum terpidana, Jutek Bongso lalu menantang Dede untuk berkata jujur di sidang ini karena sudah disumpah. 

"Tidak masalah pak, detik ini hari ini juga kalau bisa 7 terpidana bebas, saya gantikan pak. Dihukum mati pun saya siap," tegas Dede disambut aplause pengunjung sidang. 

Dede mengaku saat ini berkata jujur karena merasa bersalah.

"Saya 8 tahun berpikir, hidup enak, bisa kerja, bisa nikah sampai 2 kali dan mempunyai anak," akunya. 

Penyesalah  Dede semakin besar setelah tahu ada terpidana yang mau menikah 2 minggu sebelum ditangkap, harus gagal dan belum menikah sampai sekarang. 

"Makanya perceraian sudah saya anggap itu saya karma. 8 tahun saya merasa bersalah. Bia hidup bebas, makan, tidur enak, apa yang saya pengen asalkan ada uang, saya bisa beli. Sedangkan dia di dalam 8 tahun harus bertahan. Saya hormat pada 8 terpidana," katanya. 

Dede mengaku selama 3 bulan kasus VIna kembali viral, dia tidak bisa tidur.

"3 bulan viral, saya susah tidur, idur jam 4 jam 5 saya memikirkan pak. Kalau itu ada di keluarga saya, saya bagaimana pak," katanya. 

Dede menandaskan apa yang dikatakan di persidangan ini adalah yang sebenarnya. 

"Saya siap menggantikan 7 terpidana saya siap, detik ini pun saya siap," tegasnya. 

Dede mengaku mengetahui kalau dia sudah dilaporkan ke Bareskrim karena memberikan keterangan palsu pada 2016. 

Dia pun sudah siap untuk diperiksa.

"Sangat siap pak. bahkan saya menunggu-unggu dari kemarin diperiksa di mabes," katanya. 

"Saya minta maaf pada keluarga terpidana, pada 8 terpidana, atas fitnah saya, keterangan palsu saya membuat hidup anda sengsara," katanya. 

Dede juga memberikan pesan ke Aep yang hingga kini masih kukuh dengan keterangannya. 

"Aep, hati dia lebih kejam dari binatang pak," tegasnya. 

Di sidang itu, Dede Riswanto dan Liga Akbar meminta maaf kepada 6 terpidana kasus Vina setelah memberikan kesaksiannya di sidang.     

Dede yang mendapat kesempatan pertama, berbisik ke para terpidana akan memperjuangkan nasib mereka. 

"saya perjuangkan sampai manapun, siapapun lawannya saya lawan," kata Dede sambil merangkul para terpidana. 

Kepada terpidana lain Dede juga meminta maaf karena fitnahnya, para terpidana jadi seperti itu. 

"Mintaan maaf ya, tenang bebas kok. Gak bebas, ada saya kok yang gantiin," kata Dede. 

Sementara Liga Akbar, selain meminta maaf ke terpidana, juga meminta maaf ke keluarganya. 

"Saya minta maaf kepada keluarga terpidana dan terpidana. Saya minta maaf karena kesaksian syaa, mereka dihukum. Demi Allah bukan niat dari hati mau memasukkan mereka ke penjara. Saya juga punya perasaan. Kalau saya jadi mereka, bagaimana perasaan. Keluarga mereka juga merasa sakit pasti," kata Liga Akbar sebelum menyalami satu per satu terpidana. 

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved