Berita Viral

Kisah Priyanggono Preman Pensiun yang Kini Bangun Panti Asuhan, Dulu 8 Tahun Jadi Debt Collector

Kisah inspiratif datang dari Priyanggono, preman pensiun yang kini membangun panti asuhan. Dulu pernah jadi debt collector selama 8 tahun

Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
Tribun Jogja
Priyanggono, preman pensiun yang kini bangun panti asuhan 

Lambat laun, panti asuhan itu terus berkembang. Pernah suatu ketika, panti asuhan itu mengasuh 30 anak.

"Kami tidak mencari, anak-anak ini datang saja diantar oleh keluarganya. Kami terima dengan lapang dada," ulasnya.

Kini, jumlah anak di panti asuhnya tinggal tujuh orang saja.

"Yang tujuh orang ini satu perempuan sedang kuliah. Enam lainnya laki-laki tapi masih sekolah," katanya.

Baca juga: Sosok Muhana Lulusan Berprestasi FK UNS, 2 Kali Lulus Cumlaude dan 15 Artikel Terindeks Scopus

Diakui Pri, dia tak mengajukan proposal ke pihak manapun untuk memenuhi kebutuhan harian dari para anak asuhnya di panti asuhan.

Namun, sejak tahun 2013 itu, asa saja donatur yang tahu akan panti asuhannya san memberikan bantuan disaat yang dibutuhkan.

"Kalau kita ikhlas, semuanya akan datang saja membantu tanpa kita tahu," ucapnya.

Baca juga: Besaran Hadiah Diterima Gregoria Srikandi Bulu Tangkis Indonesia jika Menang Olimpiade Paris 2024

Di panti asihan itu, Pri juga mengajari anak-anaknya berusaha seperti menjaga toko ya dan beternak.

Semua itu agar anak tersebut punya keahlian. Anak-anak di Darul Qolbi ini juga berkegiatan keagamaan.

Mereka wajib salat lima waktu dan membaca kitab-kitab lainnya untuk memperdalam ilmu agama.

"Ada ustad yang sudah bersedia rutin untuk mengajar ngaji setiap malam di panti bagi anak-anak, " ulasnya.

Tempat tinggal anak santri perempuan dan laki-laki di sini terpisah.

Anak perempuan tinggal di kompleks bangunan yang menyatu dengan rumah Pak Pri.

Sedangkan yang laki-laki, berada di sebuah pondok yang letaknya beberapa ratus meter dari rumah tersebut.

Sekarang Pak Pri juga mempunyai cita-cita untuk membangun yayasan untuk pantinya tersebut, ia juga mengatakan baru menyicil untuk membeli tanahnya yang akan dijadikan yayasan itu.

"Saya bahagianya Darul Qolbi ini mempunyai manfaat tidak hanya untuk saya tapi juga buat teman-teman yang main di sini dan juga buat anak-anak yang tinggal di sini."

"Jadi Darul Qolbi ini menurut saya seperti maghnet yang selalu mendatangkan orang-orang baik," tukasnya.

Ikuti berita selengkapnya di Google News Surya.co.id

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved