Mahasiswa Kedokteran UB Dibunuh

"Beri Oleh-Oleh" Modus Pembunuh Mahasiswa Kedokteran UB Agar Korban Datang, Detik-detik Pembunuhan

Terungkap modus pembunuh mahasiswa kedokteran UB, Ziath Ibrahim Bal Biyd (37) yakni memberi oleh-oleh korban, Bagus Prasetya Lazuardi agar mau datang.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Iksan Fauzi
SURYA.co.id/Luhur Pambudi
Terungkap modus pembunuh mahasiswa kedokteran UB, Ziath Ibrahim Bal Biyd memancing korban agar datang menemuinya. Pelaku menjanjikan oleh-oleh untuk keluarga korban di Tulungagung. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Terungkap modus pembunuh mahasiswa kedokteran UB (Universitas Brawijaya), Ziath Ibrahim Bal Biyd (37) yakni memberi oleh-oleh korban, Bagus Prasetya Lazuardi agar mau datang menemuinya.

Ziath tahu, calon menantunya itu mau pulang ke Tulungagung. Karena itu, sebagai pancingan, dia ingin memberi oleh-oleh kepada keluarga Bagus.

Ziath mengetahui rencana Bagus hendak pulang ke Tulungagung karena sebelumnya korban memberitahukannya.  

Setelah mengirimkan pesan singkat ke korban, Ziath keluar dari rumah mengendarai motor Yamaha Mio warna biru miliknya.

Dia menuju ke rumah temannya berinisial YP. Tujuannya untuk menitipkan sepeda motornya sebelum menemui korban.

Kemudian, Ziath bersama Bagus naik mobil Kijang Innova dengan niat awal mencari tempat tongkrongan seperti warung kopi (Warkop).

Baca juga: ASMARA Mahasiswa Kedokteran UB Berujung Kematian, dr Tutit Lazuardi Tak Sangka Pelakunya Calon Besan

Setelah berkeliling di kawasan Singosari, Malang, ternyata mereka tidak menemukan warkop yang diinginkan karena tutup.

Lima fakta keji pembunuhan berencana mahasiswa kedokteran yang dilakukan Ziath Ibrahim Bal Biyd. Di antaranya tergiur kecantikan anak tirinya hingga berencana menikahinya serta suka memeras korban Bagus Prasetya Lazuardi.
Lima fakta keji pembunuhan berencana mahasiswa kedokteran yang dilakukan Ziath Ibrahim Bal Biyd. Di antaranya tergiur kecantikan anak tirinya hingga berencana menikahinya serta suka memeras korban Bagus Prasetya Lazuardi. (Kolase SURYA.co.id/Luhur Pambudi/Istimewa)

Kemudian, kedua memacu mobil menuju ke sebuah Perumahan Bumi Mondoroko Raya, Singosari, Kabupaten Malang.

Setibanya di sana, tersangka terlibat cekcok dengan korban. Ia menuding korban melakukan pelecehan seksual terhadap anak tirinya inisial TS melalui aplikasi percakapan.

Di situlah, tersangka mulai kalap menghabisi korban dengan membekap kepalanya menggunakan kantung kresek, kemudian menindih bagian dadanya, saat masih duduk di kursi jok penumpang samping kiri kursi sopir.

"Eksekusi di Malang. Di pinggir jalan. Sendirian. Pertama diajak keluar untuk nongkrong, lalu mencari tempat, lalu dieksekusi," ujar Kasubdit III Jatanras Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Lintar Mahardono, Selasa (18/4/2022).

Baca juga: KEMESRAAN TS & Pacar Bikin Pembunuh Mahasiswa Kedokteran UB Cemburu, Momen di Medsos Jadi Pemicu

Berdasarkan catatan hasil penyidikan kepolisian, Bagus Prasetya dieksekusi sekitar pukul 22.00 WIB, pada Kamis (7/4/2022).

Sebelum dieksekusi, tersangka sempat menghubungi korban untuk mengajak bertemu.

Sejumlah saksi diperiksa penyidik Polda Jatim

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved