Kronologi Pesilat Tulungagung Tewas saat Latihan Tengah Malam hingga 4 Orang Ditetapkan Tersangka
Kronologi tewasnya pesilat Tulungagung, Jawa Timur saat latihan di Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu, terungkap.
Penulis: David Yohanes | Editor: Musahadah
SURYA.CO.ID - Kronologi pesilat Tulungagung tewas saat latihan di Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu, terungkap.
Pesilat bernama Lutfi Fajar Rulamin (23) asal Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, Jawa Timur itu tewas saat berlatih bersama teman-temannya, Senin (26/7/2021) pukul 23.30 WIB.
Lutfi sempat dilarikan ke Puskesmas Boyolangu namun di sana dia justru dinyatakan sudah meninggal dunia.
Pihak Puskesmas melaporkan kejadian ini ke Polsek Boyolangu.
Jenazah Lutfi lalu dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKF) untuk diautopsi.
Baca juga: Polisi Menetapkan 4 Tersangka Atas Tewasnya Pesilat di Tulungagung, Dua Orang Masih di Bawah Umur
Berikut kronologi kejadiannya:
1. Latihan bersama 3 calon anggota lain
Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Christian Kosasih mengungkapkan, latihan pencak silat itu digelar di rumah salah satu ketua perguruan silat.
Saat itu ada empat pelatih dan tujuh calon anggota yang berlatih.
Namun tiga orang calon anggota di antaranya tidak ikut latihan karena sedang sakit.
“Tiga orang hanya di pinggir lokasi latihan, karena mereka sedang sakit. Korban adalah salah satu dari empat calon anggota yang berlatih,” tutur Christian.
2. Di Puskesmas sudah meninggal dunia

Saat berlatih itu lah, korban kerap menerima tendangan.
Pada tendangan terakhir korban sempat terjatuh dan mengerang kesakitan.
Teman-temannya berusaha memberikan pertolongan dengan mengoleskan minyak kayu putih ke tubuh korban.