11 Tahun Dolly Surabaya Ditutup
Kisah Warga Eks Dolly 1 Dekade Bangkit Berkat Membatik Bersama Rumah Kreatif Batik Surabaya
Rumah Kreatif Batik Surabaya memberdayakan eks warga Dolly dengan memproduksi kain batik
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: irwan sy
Ringkasan Berita:
- Rumah Kreatif Batik Surabaya memberdayakan eks warga Dolly (sejak 2014) agar mandiri secara ekonomi melalui produksi dan penjualan batik.
- Program ini berhasil mengubah kesadaran warga, menuntut kemandirian dan membuktikan mereka dapat menciptakan seni batik tanpa warisan genetika.
- Warga membuat batik khas dan otentik Surabaya.
- Tempat ini menjadi gelanggang kaderisasi pembatik; terbuka gratis untuk umum dan dikunjungi 300 orang/bulan, termasuk untuk tujuan penelitian.
SURYA.co.id, SURABAYA - Rumah Kreatif Batik Surabaya tak cuma menempa eks warga Dolly Surabaya menjadi lebih mandiri secara ekonomi dengan memproduksi kain batik buatan sendiri, melainkan juga menjadi gelanggang kaderisasi pembatik di Kota Pahlawan.
Mulyadi Gunawan (52) atau karib disapa Pengky, Pembina Rumah Kreatif Batik, menganggap langkah Pemkot Surabaya yang dulunya dimulai oleh Wali Kota Tri Rismaharini tahun 2014 silam bukan sekadar mengubah image negatif, namun juga mengubah kesadaran warga untuk membentuk kemandirian sektor ekonomi.
Baca juga: Mahasiswa Gelar Sekolah Budaya untuk Bangun Karakter Anak-anak Eks Dolly Surabaya
"Kalau yang dulu waktu masih banyak lokalisasi mereka tinggal diam sudah dapat uang, tapi kemandiriannya kan enggak ada. Mereka masih tergantung dengan kondisi itu. Tapi setelah ditutup otomatis berubah. Yang biasanya diam jadi gak dapat uang. Nah, sekarang harus dituntut mandiri," ujarnya, pada Selasa (18/11/2025).
Bagi Pengky, Pemkot Surabaya berhasil mengubah cara pandang dan kesadaran warga eks Dolly akan kemampuan mengentas dari permasalahan sosial di tempat tinggalnya.
Apalagi dalam konteks melestarikan sebuah keterampilan seni membatik, yang diketahui Warga Surabaya tidak memiliki genetika dalam bidang pelestarian warisan kain batik bernilai estetika dan sarat akan filosofi.
"Tapi kita membuktikan, enggak punya warisan dan enggak mengenal batik, dari sini akhirnya dia bisa membatik. Bahkan produksi batik. Sampai sekarang bisa Dijuluki pembatike Bu Rini. Nah, itu membuktikan kemandirian itu bisa diciptakan dan bisa dilanjutkan. Dan diwariskan buktinya 1 dekade," katanya.
Melalui Rumah Kreatif Batik Surabaya, lanjutnya, warga yang menjadi peserta pendampingan dapat menciptakan karya batik khas nan otentik dari cerminan Kota Surabaya.
Pelatihan Gratis
Bahkan, ungkap Pengky, warga yang membatik di rumah kreatif dapat membuat pola motif gambar sesuai dengan ciri khas daerah kecamatan asal tempat dirinya tinggal.
Misalkan, warga Kecamatan Bubutan; sekitar Pasar Turi, bisa membatik motif bergambar Kembang Turi.
"Warga Kenjeran, dapat membatik motif perahu nelayan, dan semacamnya. Kami kenalkan seperti itu. Ternyata, setelah rumah batik ini di dibangun sama pemerintah kota, manfaatnya seperti itu," ungkap pria berambut panjang itu.
Rumah Kreatif Batik Surabaya memfasilitasi seluruh warga Surabaya yang ingin belajar membatik, bukan cuma pada warga binaan eks Dolly.
Para peserta yang berminat menekuni proses membatik hingga terampil, bakal diberi pendamping khusus dan fasilitas mumpuni agar benar-benar mahir, serta gratis.
Bahkan, dengan kemampuan membatik yang dimiliki peserta, tak menutip kemungkinan, bisa digunakan untuk memperoleh klien calon pembeli kain produk hasil karya batik yang telah dibuat.
Keuntungannya bukan diberikan kepada pengelola rumah kreatif, melainkan tetap dikembalikan langsung secara utuh kepada si empunya karya kain batik tersebut.
Running News
TribunBreakingNews
liputan khusus
Surabaya
Dolly Surabaya
Rumah Kreatif Batik
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
Meaningful
Multiangle
Eksklusif
| Sukses Bikin Pabrik Meja Biliar di Gang Eks Dolly Surabaya, Mustofa Tanro: Warga Mau Kerja Monggo |
|
|---|
| Kisah Bu Uka dan Warga Eks Dolly Surabaya Bangkit Lewat Rumah Batik Kreatif Putat Jaya |
|
|---|
| Bengkel Mesin Es Kristal di Eks Dolly Serap 20 Pekerja, Manfaatkan Bekas Lapangan Futsal |
|
|---|
| Mahasiswa Gelar Sekolah Budaya untuk Bangun Karakter Anak-anak Eks Dolly Surabaya |
|
|---|
| UMKM Eks Warga Dolly Sudah Setahun Berhenti Produksi Keripik Singkong: Bisnis Semakin Lesu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/KARYA-KAIN-BATIK-Saat-Mulyadi-Gunawan-52-atau-karib-di.jpg)