Selasa, 12 Mei 2026

11 Tahun Dolly Surabaya Ditutup

Kisah Warga Eks Dolly 1 Dekade Bangkit Berkat Membatik Bersama Rumah Kreatif Batik Surabaya

Rumah Kreatif Batik Surabaya memberdayakan eks warga Dolly dengan memproduksi kain batik

Tayang:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: irwan sy
Surya.co.id/Luhur Pambudi
KARYA KAIN BATIK-Saat Mulyadi Gunawan (52) atau karib disapa Pengky tampak memeriksa kondisi batik tematik bikinannya di etalase lantai dua Rumah Kreatif Batik Surabaya di Jalan Putat Jaya Barat VIII B, Putat, Sawahan, Surabaya. 

Ringkasan Berita:
  • Rumah Kreatif Batik Surabaya memberdayakan eks warga Dolly (sejak 2014) agar mandiri secara ekonomi melalui produksi dan penjualan batik.
  • Program ini berhasil mengubah kesadaran warga, menuntut kemandirian dan membuktikan mereka dapat menciptakan seni batik tanpa warisan genetika.
  • Warga membuat batik khas dan otentik Surabaya.
  • Tempat ini menjadi gelanggang kaderisasi pembatik; terbuka gratis untuk umum dan dikunjungi 300 orang/bulan, termasuk untuk tujuan penelitian.

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Rumah Kreatif Batik Surabaya tak cuma menempa eks warga Dolly Surabaya menjadi lebih mandiri secara ekonomi dengan memproduksi kain batik buatan sendiri, melainkan juga menjadi gelanggang kaderisasi pembatik di Kota Pahlawan.

Mulyadi Gunawan (52) atau karib disapa Pengky, Pembina Rumah Kreatif Batik, menganggap langkah Pemkot Surabaya yang dulunya dimulai oleh Wali Kota Tri Rismaharini tahun 2014 silam bukan sekadar mengubah image negatif, namun juga mengubah kesadaran warga untuk membentuk kemandirian sektor ekonomi.

Baca juga: Mahasiswa Gelar Sekolah Budaya untuk Bangun Karakter Anak-anak Eks Dolly Surabaya

"Kalau yang dulu waktu masih banyak lokalisasi mereka tinggal diam sudah dapat uang, tapi kemandiriannya kan enggak ada. Mereka masih tergantung dengan kondisi itu. Tapi setelah ditutup otomatis berubah. Yang biasanya diam jadi gak dapat uang. Nah, sekarang harus dituntut mandiri," ujarnya, pada Selasa (18/11/2025). 

Bagi Pengky, Pemkot Surabaya berhasil mengubah cara pandang dan kesadaran warga eks Dolly akan kemampuan mengentas dari permasalahan sosial di tempat tinggalnya.

Apalagi dalam konteks melestarikan sebuah keterampilan seni membatik, yang diketahui Warga Surabaya tidak memiliki genetika dalam bidang pelestarian warisan kain batik bernilai estetika dan sarat akan filosofi.

"Tapi kita membuktikan, enggak punya warisan dan enggak mengenal batik, dari sini akhirnya dia bisa membatik. Bahkan produksi batik. Sampai sekarang bisa Dijuluki pembatike Bu Rini. Nah, itu membuktikan kemandirian itu bisa diciptakan dan bisa dilanjutkan. Dan diwariskan buktinya 1 dekade," katanya.

Melalui Rumah Kreatif Batik Surabaya, lanjutnya, warga yang menjadi peserta pendampingan dapat menciptakan karya batik khas nan otentik dari cerminan Kota Surabaya

Pelatihan Gratis

Bahkan, ungkap Pengky, warga yang membatik di rumah kreatif dapat membuat pola motif gambar sesuai dengan ciri khas daerah kecamatan asal tempat dirinya tinggal.

Misalkan, warga Kecamatan Bubutan; sekitar Pasar Turi, bisa membatik motif bergambar Kembang Turi.

"Warga Kenjeran, dapat membatik motif perahu nelayan, dan semacamnya. Kami kenalkan seperti itu. Ternyata, setelah rumah batik ini di dibangun sama pemerintah kota, manfaatnya seperti itu," ungkap pria berambut panjang itu.

Rumah Kreatif Batik Surabaya memfasilitasi seluruh warga Surabaya yang ingin belajar membatik, bukan cuma pada warga binaan eks Dolly.

Para peserta yang berminat menekuni proses membatik hingga terampil, bakal diberi pendamping khusus dan fasilitas mumpuni agar benar-benar mahir, serta gratis.

Bahkan, dengan kemampuan membatik yang dimiliki peserta, tak menutip kemungkinan, bisa digunakan untuk memperoleh klien calon pembeli kain produk hasil karya batik yang telah dibuat.

Keuntungannya bukan diberikan kepada pengelola rumah kreatif, melainkan tetap dikembalikan langsung secara utuh kepada si empunya karya kain batik tersebut.

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved