Lapsus Musim Kemarau 2026 Di Jatim
Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering Dan Panjang Puncak El Nino Terjadi Agustus
BMKG prediksi kemarau 2026 lebih kering dan panjang, puncak El Nino terjadi Agustus.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Wiwit Purwanto
Ringkasan Berita:
- Kemarau 2026 dimulai April dan diprediksi berlangsung hingga November.
- Puncak El Nino terjadi Agustus, meski masih kategori lemah.
- Masyarakat diminta waspada kekeringan dan potensi karhutla.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Musim kemarau tahun 2026 datang lebih awal dan akan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Dimulai bulan April, musim kemarau yang disertai dengan fenomena el nino akan berlangsung hingga bulan November 2026 mendatang.
Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan menegaskan berdasarkan prediksi, puncak musim kemarau el nino tahun ini akan berlangsung di sekitar bulan Agustus.
Antisipasi Dampak Kemarau
Untuk itu pihaknya mengimbau agar seluruh elemen mulai melakukan antisipasi dampak kemarau mulai dari kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan.
Baca juga: Bupati Gresik Pilih Siaga Lebih Dini untuk Antisipasi Kekeringan saat Prediksi Musim Kemarau Panjang
Meski begitu, dalam rangka wawancara bersama Surya.co.id usai rakor bersama Pemprov Jawa Timur, Taufiq menegaskan bahwa ada yang harus diluruskan terkait sebutan el nino godzilla yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat.
“Jadi sebenarnya tidak ada istilah el nino godzilla. Kalau bicara el nino maka juga harus disebutkan intensitasnya. Berdasarkan El Nino-Southern Oscillation (ENSO), parameternya hanya ada tiga. Yaitu lemah, moderate, atau kuat,” tegasnya.
Dikatakannya, berdasarkan parameter El ENSO atau suhu permukaan laut di Samudera Pasifik, di tahun ini angkanya yang baru mencapai 0, belum angka 1. Sehingga masih dalam kategori lemah.
Waspadai Kebakaran Hutan Dan Lahan
Jawa Timur sendiri dikatakan Taufiq pernah mengalami tingkat parameter el nino kuat di tahun 2023.
Saat itu bahkan sampai menyebabkan kebakaran hutan dan lahan yang cukup hebat di sejumlah wilayah di Jatim.
Baca juga: Wali Kota Mojokerto Pimpin Percepatan Tanam Padi Serentak Jelang Musim Kemarau Panjang
Bahkan kebakaran hutan di kawasan Kaliandra di saat itu harus dilakukan pemadaman dengan menggunakan helikopter melalui teknik water bombing. Selain itu, el nino dengan tingkat kuat juga memicu kekeringan dan kelangkaan air bersih.
“Sejak tahun 2023, angkanya terus melandai di tahun 2024, 2025 berdasar dari parameter ENSO ya,” ujar Taufiq.
“Di 2026 ini karena nilainya yang sudah saya jelaskan tadi masih belum 1 ya, masih 0, nah ini harapannya juga tidak moderat, tidak sampai moderat. El Nino lemah saja,” sambungnya.
Meski begitu, Taufiq mengapresiasi bahwa kondisi ini disikapi baik dan mitigatif oleh Pemprov Jatim untuk menjaga ketahanan pangan dan mencegah karhutla perlu dilakukan.
“Karena musim kemarau tahun 2026 di Jawa Timur berpotensi lebih kering,” ungkapnya.
El Nino Godzilla
El Nino 2026
Ancaman Godzilla El Nino
Gorila El Nino
el Nino berakibat kekeringan lahan pertanian
kemarau 2026
kesiapan hadapi kemarau
BMKG
Meaningful
surabaya.tribunnews.com
musim kemarau 2026 di jatim
| Dugaan Kebocoran Data Warga Jombang di Dark Web: Ini Penjelasan Akademisi |
|
|---|
| Detik-detik Penembak Jamuan Malam Trump Terobos Selusin Agen Pengamanan, Rekaman Terungkap |
|
|---|
| Persebaya vs PSBS Biak 4-0: Milos Raickovic Gacor, Bajul Ijo Tembus 4 Besar |
|
|---|
| Bisakah Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Tuntut Ganti Rugi? Ini Penjelasan Pakar |
|
|---|
| Goa Selo Pawon Tulungagung Viral, Intip Pesona Watu Dapur di Pantai Sine |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Kebakaran-Hutan-di-Gunung-Suket-Ijen-Bondowoso-Jatim.jpg)