Senin, 4 Mei 2026

Lapsus Musim Kemarau 2026 Di Jatim

Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering Dan Panjang Puncak El Nino Terjadi Agustus 

BMKG prediksi kemarau 2026 lebih kering dan panjang, puncak El Nino terjadi Agustus.

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Wiwit Purwanto
Istimewa/Dokumentasi Perhutani Bondowoso
KEBAKARAN HUTAN - Tim Perhutani, Polsek dan Koramil Ijen serta LMDH saat melakukan pemadaman api di Gunung Suket, Desa Jampit, Kecamatan Ijen, Bondowoso, Jawa Timur pada Sabtu (18/10/2025) malam. BMKG mengimbau agar seluruh elemen mulai melakukan antisipasi dampak kemarau mulai dari kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan. 
Ringkasan Berita:
  • Kemarau 2026 dimulai April dan diprediksi berlangsung hingga November. 
  • Puncak El Nino terjadi Agustus, meski masih kategori lemah. 
  • Masyarakat diminta waspada kekeringan dan potensi karhutla.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Musim kemarau tahun 2026 datang lebih awal dan akan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Dimulai bulan April, musim kemarau yang disertai dengan fenomena el nino akan berlangsung hingga bulan November 2026 mendatang.

Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan menegaskan berdasarkan prediksi, puncak musim kemarau el nino tahun ini akan berlangsung di sekitar bulan Agustus. 

Antisipasi Dampak Kemarau

Untuk itu pihaknya mengimbau agar seluruh elemen mulai melakukan antisipasi dampak kemarau mulai dari kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan.

Baca juga: Bupati Gresik Pilih Siaga Lebih Dini untuk Antisipasi Kekeringan saat Prediksi Musim Kemarau Panjang

Meski begitu, dalam rangka wawancara bersama Surya.co.id usai rakor bersama Pemprov Jawa Timur, Taufiq menegaskan bahwa ada yang harus diluruskan terkait sebutan el nino godzilla yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat.

“Jadi sebenarnya tidak ada istilah el nino godzilla. Kalau bicara el nino maka juga harus disebutkan intensitasnya. Berdasarkan El Nino-Southern Oscillation (ENSO), parameternya hanya ada tiga. Yaitu lemah, moderate, atau kuat,” tegasnya. 

Dikatakannya, berdasarkan parameter El ENSO atau suhu permukaan laut di Samudera Pasifik, di tahun ini angkanya yang baru mencapai 0, belum angka 1. Sehingga masih dalam kategori lemah.

Waspadai Kebakaran Hutan Dan Lahan

Jawa Timur sendiri dikatakan Taufiq pernah mengalami tingkat parameter el nino kuat di tahun 2023.

Saat itu bahkan sampai menyebabkan kebakaran hutan dan lahan yang cukup hebat di sejumlah wilayah di Jatim. 

Baca juga: Wali Kota Mojokerto Pimpin Percepatan Tanam Padi Serentak Jelang Musim Kemarau Panjang

Bahkan kebakaran hutan di kawasan Kaliandra di saat itu harus dilakukan pemadaman dengan menggunakan helikopter melalui teknik water bombing. Selain itu, el nino dengan tingkat kuat juga memicu kekeringan dan kelangkaan air bersih.

“Sejak tahun 2023, angkanya terus melandai di tahun 2024, 2025 berdasar dari parameter ENSO ya,” ujar Taufiq.

“Di 2026 ini karena nilainya yang sudah saya jelaskan tadi masih belum 1 ya, masih 0, nah ini harapannya juga tidak moderat, tidak sampai moderat. El Nino lemah saja,” sambungnya.

Meski begitu, Taufiq mengapresiasi bahwa kondisi ini disikapi baik dan mitigatif oleh Pemprov Jatim untuk menjaga ketahanan pangan dan mencegah karhutla perlu dilakukan.

“Karena musim kemarau tahun 2026 di Jawa Timur berpotensi lebih kering,” ungkapnya.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved