Sentuhan Emak Jombang Bawa Onde-Onde Ubi Ungu Naik Kelas, Berawal Buat Camilan Sehat di Masa Pandemi
Manfaat lainnya, ubi ungu juga mendukung kesehatan mata, melancarkan pencernaan, bahkan dipercaya membantu mengurangi gejala asma.
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, JOMBANG - Tidak ada yang mengalahkan perempuan di dapur, itu bukan jargon tetapi fakta. Bahkan Chintya Nurlita sudah membuktikan dengan inovasi pada onde-onde yang menjadikannya perempuan penggerak ekonomi lokal di Jombang.
Ibu rumah tangga asal Desa Godong, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang itu menjadi pelopor makanan rakyat yang berani bersaing di tengah trend makanan kekinian yang terus bermunculan.
Onde-onde ungu ini memang berwarna ungu karena dibuat dari bahan ubi ungu, dan mencuri perhatian. Camilan klasik ini kini tampil lebih modern, sehat, dan diminati banyak kalangan.
Chintya memulai usahanya di masa pandemi Covid-19 dengan niat sederhana yaitu menciptakan jajanan sehat yang tetap menggugah selera.
Tetapi Chintya memang bukan perempuan biasa. Tak disangka, langkah kecilnya itu berdampak luas karena pengetahuannya mengenai manfaat ubi ungu.
Ubi ungu dipilih sebagai bahan utama bukan tanpa alasan. Umbi ini dikenal kaya antioksidan, mampu meningkatkan imunitas tubuh, menjaga kadar gula darah, hingga berpotensi mencegah kanker.
Manfaat lainnya, ubi ungu juga mendukung kesehatan mata, melancarkan pencernaan, bahkan dipercaya membantu mengurangi gejala asma.
Chintya mengubah citra onde-onde yang biasa menjadi sajian bergizi tanpa kehilangan cita rasa. Dengan berbagai varian isian, seperti cokelat dan rasa kekinian lainnya, ia menyulap jajanan pasar menjadi camilan favorit lintas generasi. Hasilnya? Produksi harian mencapai 5.000 butir dan omzet jutaan rupiah setiap bulan.
Dalam proses produksinya, Chintya dibantu dua karyawan. Ia memulai dari pemilihan ubi berkualitas, pengukusan, penghalusan, pembentukan adonan, hingga pengisian dan pelapisan wijen sebelum digoreng. Setiap tahap dilakukan secara teliti agar menghasilkan tekstur lembut dan rasa konsisten.
Yang menarik, strategi pemasarannya juga sangat adaptif. Lewat siaran langsung di TikTok, ia mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Ia juga aktif mempromosikan produknya melalui WhatsApp dan Instagram, serta menjual ke toko oleh-oleh hingga kantor-kantor pemerintahan.
“Dulu hanya coba-coba jualan online. Nggak disangka responsnya bagus banget. Sekarang malah punya pelanggan tetap dari luar kota juga,” ujar Chintya saat ditemui di dapur produksinya, Rabu (11/6/2025).
Produk ini dijual dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp 2.500 per butir. Konsumen bisa memilih paket kecil seharga Rp 15.000 atau paket besar seharga Rp 25.000.
Salah satu pelanggan, Naning Susanto mengaku tak bisa berhenti membeli. “Rasanya unik dan nggak bikin eneg. Apalagi katanya sehat dan nggak bikin gemuk,” kelakar Naning.
Kini, onde-onde ubi ungu racikan Chintya tidak hanya populer di Jombang. Usahanya telah merambah hingga Kabupaten Ngawi, dan terus berkembang.
Selain menciptakan trend baru di dunia kuliner tradisional, Chintya juga membuktikan bahwa kreativitas ibu rumah tangga bisa menjadi penggerak ekonomi lokal. ****
onde-onde ubi ungu
onde-onde ungu khas Jombang
inspirasi usaha saat pandemi
manfaat ubi ungu
emak-emak pencipta onde-onde ungu
perempuan penggerak ekonomi
Jombang
pandemi covid-19
Kasus Pembunuhan Siswi SMA Jombang, Kuasa Hukum Terdakwa Tolak Beri Restitusi Rp 260 Juta |
![]() |
---|
Kena Gelombang Mutasi, 23 Pejabat Eselon II B di Jombang Terlebih Dahulu Jalani Evaluasi Jabatan |
![]() |
---|
Polemik Isu Tunjangan Dewan Naik, Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji: Penetapan Sebelum Periode Kami |
![]() |
---|
Siswa Kesulitan Ikuti TPQ dan Madin, Pemkab Jombang Diminta Terapkan Kembali 6 Hari Sekolah |
![]() |
---|
Warga Mojowarno Jombang Ditemukan Tak Bernyawa di Tepi Jalan Raya Gedek-Ploso |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.