BSU 2025

Bocoran Besaran BSU 2025 yang Cair Juni dari Menko Airlangga Hartanto, Ini Syarat Penerima Bantuan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan pemerintah akan kembali menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja

Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
KOMPAS.com/Iisna Rifka Sri Rahayu
BSU 2025 - (kiri) Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, setelah acara pelantikan di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (23/5/2025). (kanan) ilustrasi BSU 2025 

SURYA.CO.ID - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan bahwa pemerintah akan kembali menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada pekerja.

BSU pernah diberikan saat pandemi Covid-19 melanda, tepatnya saat masa kepemimpinan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Saat itu, BSU lebih dikenal sebagai BLT BPJS Ketenagakerjaan.

Kini, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pun berencana menggelontorkan BSU pada Juni 2025 mendatang.

Airlangga Hartarto menjelaskan, besaran BSU tahun ini lebih kecil dibanding BSU 2022 sebesar Rp 600.000. 

"Kita finalisasi, tapi subsidi upah yang seperti Covid. (besarannya) lebih kecil," ujarnya, dikutip SURYA.CO.ID dari Kontan.

Penerima BSU 2025 pun hanya pekerja yang gajinya berada di bawah besaran Rp 3,5 juta per bulan. 

Tujuannya, sebagai bentuk perlindungan sosial dan upaya mendongkrak daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.

Meskipun program BSU ini belum diumumkan secara resmi oleh pemerintah, Airlangga memastikan, anggarannya dari APBN sudah dialokasikan.

"Sudah ada (anggarannya). Tapi kita lagi finalisasi," tegas Airlangga.

Selain dalam bentuk Bantuan Subsidi Upah, pemerintah juga akan memberikan paket insentif lainnya.

Satu di antaranya diskon tarif listrik.

Baca juga: Selain Diskon Listrik 50 Persen, Pemerintah Beri 5 Bantuan Lain yang Berlaku Juni 2025, Ada BSU

Berbeda dari sebelumnya, diskon tarif listrik kali ini hanya akan berlaku untuk pelanggan rumah tangga dengan daya terpasang di bawah 1.300 volt ampere (VA), yakni pelanggan dengan daya 450 VA dan 900 VA.

“(Ketentuannya) Kayak sebelumnya ya. Tapi kita turunkan di bawah 1.300 VA,” ujarnya, dikutip SURYA.CO.ID dari Kompas.com. 

Pemberian stimulus di pertengahan 2025 ini menjadi krusial, mengingat telah lewatnya hari besar seperti Natal dan Tahun Baru, serta Ramadan dan Idul Fitri yang dapat mendorong konsumsi masyarakat.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved