Pilwali Surabaya 2024

Eri Cahyadi-Armuji Gelar Nobar Hasil Quick Count Pilwali Kota Surabaya 2024 di Posko Pemenangan

pasangan calon tunggal, yaitu, Eri Cahyadi – Armuji (ErJi) juga menggelar nobar hasil quick count Pilwali Surabaya

Editor: Adrianus Adhi
Dok PDI Perjuangan
Warga meononton Hasil Quick Count Pilwali Kota Surabaya 2024 di Posko Pemenangan Eri Cahyadi dan Armuji 

Eri Cahyadi merupakan putra kedua dari pasangan Urip Suwondo dan Mas Ayu Esa Aisjah, yang lahir pada 27 Mei 1977.

Di masa kecil, Eri pernah tinggal di Kedung Tarukan, Surabaya.

Tak lama kemudian, kedua orang tua Eri pindah dari Kedung Tarukan ke Ketintang, Surabaya.

Baca juga: Sindiran Menohok Terpidana Kasus Vina Cirebon Jelang Putusan PK: Jangan orang Berduit yang Dibela

Baca juga: Imbas Viral Karyawan Dipotong Gaji Rp 500 Ribu Gegara Slow Respon saat Cuti, Ini Reaksi Kemenaker

Eri Cahyadi ini pernah meniti karier dari bawah, yakni sebagai pedagang, pengusaha, hingga konsultan.

Karier itu sudah ditapaki Eri Cahyadi sejak menempuh pendidikan menengah atas di SMAN 21 Surabaya karena ia tidak ingin membebani biaya pendidikan kepada orangtuanya.

Saat itu, Eri Cahyadi pernah bekerja dengan cara berjualan sembako hingga menjual kambing.

Penghasilan yang didapat dari menjual kambing dan kebutuhan pokok itu ia gunakan untuk biaya pendidikan.

Pada tahun 1995, Eri Cahyadi melanjutkan jenjang pendidikan ke perguruan tinggi.

Ia mengambil D-III Teknik Sipil di ITS dan memperoleh beasiswa supersemar hingga berhasil menyelesaikan studi pada 1999.

Di tahun 1997, sang Ayah dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) A Yani, Surabaya, karena menderita penyakit jantung.

Usia Eri saat itu masih 20 tahun. Anak kedua dari tiga bersaudara ini akhirnya berpikir keras untuk bisa membantu orangtuanya dalam kesulitan.

Kakak Eri Cahyadi, saat itu sudah bekerja di salah satu BUMN yang menjual obat dan alat-alat kesehatan.

Eri Cahyadi akhirnya menyampaikan unek-uneknya bahwa dia ingin bekerja dan membantu orangtua.

Akhirnya Eri pun memutuskan menjadi retailer yang memasok dan menjual alat-alat kesehatan dan menawarkannya ke berbagai rumah sakit di sejumlah kota/kabupaten di Jawa Timur.

Pada perjalanannya itu, Eri banyak mendapat kenangan pahit manis saat menjajakan alat-alat kesehatan ke sejumlah pusat pelayanan kesehatan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved