Pilwali Surabaya 2024

Eri Cahyadi-Armuji Gelar Nobar Hasil Quick Count Pilwali Kota Surabaya 2024 di Posko Pemenangan

pasangan calon tunggal, yaitu, Eri Cahyadi – Armuji (ErJi) juga menggelar nobar hasil quick count Pilwali Surabaya

Editor: Adrianus Adhi
Dok PDI Perjuangan
Warga meononton Hasil Quick Count Pilwali Kota Surabaya 2024 di Posko Pemenangan Eri Cahyadi dan Armuji 

Eri menjual alat-alat kesehatan ke seluruh kota di Jawa Timur menggunakan sepeda motor.

Ia tahu betul betapa susahnya mencari uang saat itu.

Baca juga: Sosok Pensiunan Jenderal Bintang 3 yang Dukung Penuh Rencana Guru Supriyani Lapor Balik Aipda WH

Baca juga: Kisah Haru Bocah Azan di Telinga Bayi Baru Lahir Karena Ayah di Luar Kota, Suaranya Jadi Sorotan

Namun, dari sana pula karier Eri semakin moncer hingga mampu mendirikan sebuah perusahaan dan mensuplai alat-alat keshatan di rumah sakit hingga menjadi konsultan.

Meski merasa sudah sukses saat itu, Eri diminta oleh orangtua untuk mendaftar sebagai pegawai negeri di Pemerintah Kota Surabaya.

Kala itu, ayahnya, Urip Suwondo, memang seorang birokrat yang bekerja di Pemkot Surabaya dan pensiun pada 2002.

Eri sendiri menjadi birokrat di Pemkot Surabaya pada 2001 saat berusia 24 tahun.

Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Eri juga memulai karir dari bawah, yakni sebagai staf di Dinas Bangunan selama kurang lebih enam bulan dengan golongan II C.

Kemudian Eri dipindah ke Bagian Bina Program yang di mana Kabag Bina Program saat itu dipimpin oleh Tri Rismaharini, mantan Wali Kota Surabaya yang menjabat sebagai Menteri Sosial (tahun 2000).

Saat menjadi anak buah Risma, Eri mulai dikenal luas di lingkungan Pemkot Surabaya, karena menjadi inisiator dengan membuat pelayanan elektronik di bidang pengadaan barang dan jasa (e-Procurement).

Eri bahkan pernah menjadi tenaga ahli Bappenas dan menjadi narasumber di sejumlah pemda di Indonesia.

Sebab, e-Procurement saat itu termasuk yang pertama di Indonesia untuk mewujudkan pemerintahan bersih dan anti korupsi.

Hak atas kekayaan intelektual aplikasi e-procurement itu adalah atas nama Eri Cahyadi.

Sehingga, pada 2006, Eri dipercaya menjabat Direktur Sekretariat Layanan e-Procurement untuk memastikan APBD bersih dari praktik koruptif demi kesejahteraan masyarakat.

Empat tahun berselang, pada 2010, Eri mendapatkan jabatan struktural sebagai Kepala Sub Bagian Pembinaan dan Pengendalian Bagian Bina Program.

Setahun kemudian, Eri dipercaya sebagai Sekretarais selaku Koordinator Utama LPSE Surabaya untuk mengelola dan mengawal pengadaan barang dan jasa secara terbuka melalui sistem elektronik yang bebas dari potensi kecurangan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved