Senin, 11 Mei 2026

Ketahanan Pangan Jatim

Peternak Sapi Pasuruan Kembangkan Susu Organik Pertama di Indonesia

Ada sekitar 58 peternak yang bernaung di KPSP Setia Kawan Pasuruan mulai mengembangkan susu organik. 

Tayang:
surya.co.id/galih lintartika
Peternak sapi yang bernaung di bawah KPSP Setia Kawan Kabupaten Pasuruan 

Dalam enam bulan terakhir, pihaknya sudah mencapai beberapa pencapaian, salah satunya tambahan populasi sapi organik, tambahan produksi, karena banyak peternak yang berkonversi menjadi peternak sapi organik.

Sulistyanto, Ketua KPSP Setia Kawan mengatakan susu organik sudah dilaunching 29 Agustus 2023. 

Dia menyebut, harga susu organik jelas lebih mahal dan tinggi dibandingkan susu yang konvensional.

“Hanya saja, produksi kami memang belum maksimal di tahun 2023 ini, karena memang ada kendala yang dialami misalnya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan lain sebagainya,” imbuhnya

Kendati demikian, kata dia, produksi susu organik KPSP Setia Kawan itu sudah mencapai 98 persen dari target di tahun 2023 ini. Dan tahun ini ditarget lebih tinggi lagi dibandingkan tahun kemarin.

“Dan itu, kami berharap, itu bisa tercapai, dengan kolaborasi antar pihak yang tergabung dalam konsorsium ini. Misalnya, hijauan pakan ternak, konsentratnya, harus semaksimal mungkin,” tegasnya.

Konversi peternak konvensional ke peternak organik itu juga berat karena mereka mayoritas belum yakin. 

Pengembangan susu organik itu memang susah dan pasti berbeda dengan susu konvensional.

“Misalnya, mengolah tanahnya harus organik, sapinya juga harus umbaran, kandangnya juga harus bersih , termasuk lain lainnya. Sebenarnya ini peluang peternak untuk meningkatkan pendapatan peternak,” tuturnya.

Jika susu organik itu sudah tercapai, dan bisa diolah menjadi keju, mozarella, dalam kemasan Bromo Chesee itu pasti akan menggema, bahkan itu sudah dieskpor ke Singapura, hanya jumlahnya memang kurang.

“Maka ini perlu dipacu, bertambah peternaknya dan bertambah produksi susunya. Tahun ini 32 ribu ton, dan tahun depan ditarget mencapai 45 ribu ton. Kami optimis bisa tercapai dan bisa lebih maksimal kedepannya,” bebernya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Ainur Alfiah mengatakan, untuk pengembangan susu sapi organik ini pihaknya sangat mensupport sekali. Karena ini kebanggan masyarakat Kabupaten Pasuruan.

“Support yang kami lakukan itu di lapangan. Jadi, kami punya petugas di lapangan untuk mempersiapkan peternak berkonversi dari ke peternak organik. Mulai manajemen pemeliharaannya sapi organik, dan lainnya,” tutupnya. 

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved