Ketahanan Pangan Jatim
Peternak Sapi Pasuruan Kembangkan Susu Organik Pertama di Indonesia
Ada sekitar 58 peternak yang bernaung di KPSP Setia Kawan Pasuruan mulai mengembangkan susu organik.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, PASURUAN - Ada sekitar 58 peternak yang bernaung di KPSP Setia Kawan Pasuruan mulai mengembangkan susu organik.
Hal ini salah satu cara strategis agar peternak ini bisa bertahan di setiap hantaman badai atau tantangan di setiap zaman.
Rini Supatmi, salah satu peternak susu sapi organik mengatakan, sejak diresmikan oleh Menteri tahun kemarin, susu organik sudah resmi beroperasi.
Dulu, susu organik ini hanya diminati tiga peternak sapi perah saja.
Tapi, kata dia, sekarang, sudah 58 peternak yang tertarik dan mulai beralih secara perlahan dari produksi susu sapi konvensional menjadi susu sapi organik.
Sehari, produksi susu sapi organik ini sudah mencapai 1.200 liter dari 278 ekor sapi yang dirawat secara organik.
"Ini salah satu cara agar peternak ini bisa bertahan. Kami perlu melakukan inovasi dan mencari hal baru. Dan allhamdulillah, koperasi kami menjadi satu-satunya koperasi yang terpilih untuk mengembangkan susu sapi organik," terangnya.
Menurut dia, hasil dari produksi susu sapi organik memang lebih besar dibandingkan harga susu sapi konvensional.
Hanya saja, tantangannya juga besar. Peminat susu sapi organik belum terlalu banyak, sehingga susah untuk dipasarkan.
"Untungnya kami sudah punya kerjasama dengan perusahaan pembuatan keju organik. Jadi, produksi Susu kami langsung kami kirimkan ke sana. Kedepan, perlu pengenalan, edukasi bahwa manfaat susu sapi organik untuk kesehatan juga banyak sekali," terangnya.
KPSP Setia Kawan berhasil memproduksi 98 persen susu sapi organik dari total targe5 32 ribu ton di tahun 2023.
Ini adalah pencapaian yang luar biasa di tahun pertama pengembangan susu organik pertama di Indonesia.
Sekadar informasi, konsorsium KPSP Setia Kawan Nongkojajar dengan Kedutaan Denmark bekerjasama dengan Indonesia, Koperasi Arla Denmark, dan Industri Pengelolaan Susu (IPS) sudah berhasil menghasilkan dan mengelola susu organik.
Tahun 2024, KPSP memasang target 60 peternak lebih yang bisa produksi susu sapi organik yang sudah mengantongi dari lembaga sertifikasi.
Produksi susu ditarget mencapai 500 liter per hari dari 200 liter per hari.
Dalam enam bulan terakhir, pihaknya sudah mencapai beberapa pencapaian, salah satunya tambahan populasi sapi organik, tambahan produksi, karena banyak peternak yang berkonversi menjadi peternak sapi organik.
Sulistyanto, Ketua KPSP Setia Kawan mengatakan susu organik sudah dilaunching 29 Agustus 2023.
Dia menyebut, harga susu organik jelas lebih mahal dan tinggi dibandingkan susu yang konvensional.
“Hanya saja, produksi kami memang belum maksimal di tahun 2023 ini, karena memang ada kendala yang dialami misalnya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan lain sebagainya,” imbuhnya
Kendati demikian, kata dia, produksi susu organik KPSP Setia Kawan itu sudah mencapai 98 persen dari target di tahun 2023 ini. Dan tahun ini ditarget lebih tinggi lagi dibandingkan tahun kemarin.
“Dan itu, kami berharap, itu bisa tercapai, dengan kolaborasi antar pihak yang tergabung dalam konsorsium ini. Misalnya, hijauan pakan ternak, konsentratnya, harus semaksimal mungkin,” tegasnya.
Konversi peternak konvensional ke peternak organik itu juga berat karena mereka mayoritas belum yakin.
Pengembangan susu organik itu memang susah dan pasti berbeda dengan susu konvensional.
“Misalnya, mengolah tanahnya harus organik, sapinya juga harus umbaran, kandangnya juga harus bersih , termasuk lain lainnya. Sebenarnya ini peluang peternak untuk meningkatkan pendapatan peternak,” tuturnya.
Jika susu organik itu sudah tercapai, dan bisa diolah menjadi keju, mozarella, dalam kemasan Bromo Chesee itu pasti akan menggema, bahkan itu sudah dieskpor ke Singapura, hanya jumlahnya memang kurang.
“Maka ini perlu dipacu, bertambah peternaknya dan bertambah produksi susunya. Tahun ini 32 ribu ton, dan tahun depan ditarget mencapai 45 ribu ton. Kami optimis bisa tercapai dan bisa lebih maksimal kedepannya,” bebernya.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Ainur Alfiah mengatakan, untuk pengembangan susu sapi organik ini pihaknya sangat mensupport sekali. Karena ini kebanggan masyarakat Kabupaten Pasuruan.
“Support yang kami lakukan itu di lapangan. Jadi, kami punya petugas di lapangan untuk mempersiapkan peternak berkonversi dari ke peternak organik. Mulai manajemen pemeliharaannya sapi organik, dan lainnya,” tutupnya.
BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS
| Lamongan Raih Penghargaan di HUT Ke-35 Harian SURYA, Buktikan Jadi Penghasil Padi dan Ikan Terbesar |
|
|---|
| Jadi Salah Satu Penghasil Beras Terbanyak Jatim, Bojonegoro Raih Ketahanan Pangan Surya Awards 2024 |
|
|---|
| Penghargaan Ketahanan Pangan Surya Awards 2024, Inilah Sejumlah Daerah di Jawa Timur yang Terpilih |
|
|---|
| Pemprov Jatim Raih Penghargaan Surya Awards Kategori Provinsi Lumbung Pangan Nasional |
|
|---|
| Mentan Beri Kabar Baik Bagi Petani Milenial : Bakal Dapat Pendapatan Rp 10 Juta Perbulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/bernaung-di-KPSP-Setia-Kawan-pasuruan.jpg)