Pembunuhan Vina Cirebon
Aep Disebut Lebih Kejam dari Binatang di Sidang PK Terpidana Kasus Vina, Susno Duadji Ikut Bersuara
Aep tak bergeming meski disebut Dede hatinya lebih kejam dari binatang di sidang PK terpidana kasus Vina CIrebon. Susno Duadji menanggapi.
“Lha itu (Pegi) yang ditangkap waktu itu, lha itu kan masih satu kawanannya Saka Tatal,” kata Aep.
“Saya tahu persis saya,” lanjut Aep.
Setelah itu, pria yang ditelepon lalu menanyakan tentang nomor ponsel Aep.
Aep pun menyanggapi akan mengirimkan nomornya.
Aep lalu mengaku tidak takut dengan pria di telepon atau polisi.
Dia justru takut dengan keluarga para terpidana yang dia sebut sebagai pelaku.
"Ketika saya muncul di layar, apa yang bakal terjadi sama saya nanti," ujarnya.
Lalu, si penelpon terdengar bahwa masalah ini akan dibicarakan dan dia berjanji akan menjamin keselamatan Aep.
Setelah itu, Aep pun berpesan untuk tidak mau dihadirkan di sidang.
"Kan saya dari dulu pernah berpesan ke bapak, kalau saya ikut sidang, saya gak mau," katanya.
Setelah itu, sang penelepon memberikan pesan-pesan ke Aep dan ditanggapi dengan ucapan iya dan siap oleh saksi kunci kasus Vina ini.
Banyak yang menduga video ini sengaja disebar sebagai langkah cuci tangan Iptu Rudiana di kasus ini.
Namun, ada juga yang menduga video ini dibocorkan seseorang untuk membuktikan adanya hubungan Aep dengan Iptu Rudiana.
Mabes Polri Lamban

Praktisi hukum, Toni RM pun mendesak Mabes Polri untuk segera umumkan hasil penyelidikan tim khusus yang sudah berjalan selama dua bulan lebih.
Toni RM menilai, Polri lambat untuk menyampaikan hasil penyelidikan dari tim khusus ini.
"Pengungkapan kasus Vina oleh tim khusus Mabes Polri saya nilai memang sangat lama, karena sudah 2 bulan lebih Mabes Polri belum juga mengumumkan hasilnya, padahal publik menanti, publik menunggu," ujar Toni RM, Senin (16/9/2024).
Kuasa hukum Pegi Setiawan ini juga mengatakan, pengungkapan penyiksaan oleh para terpidana ini harusnya tak terjadi apabila tim khusus mabes polri bertindak cepat dalam menyampaikan hasil penyelidikan.
"Menurut saya, tim khusus Mabes Polri harus segera mengumumkan hasilnya, jangan sampai para terpidana ini keburu membongkar ke publik melalui persidangan PK," ujar Toni RM, dikutip dari TribunJabar.id.
Tim khusus dari Mabes Polri, lanjut Toni, dianggap mampu mengungkap lebih dulu sebelum para terpidana membeberkan kesaksian di sidang.
Apabila hal tersebut terjadi, maka akan menjadi prestasi luar biasa.
Meski begitu, ia tetap berharap Mabes Polri bisa memanfaatkan keterangan dari para terpidana sebagai petunjuk untuk memperdalam penyelidikan.
"Tidak ada kata terlambat buat tim khusus Mabes Polri."
"Jadikan keterangan para terpidana dan saksi-saksi di persidangan PK ini sebagai petunjuk untuk memeriksa kembali saudara Rudiana dan anggota-anggotanya yang disebut oleh para terpidana melakukan penyiksaan," katanya.
Diwartakan sebelumnya, ada satu orang yang mengaku ikut melakukan penganiayaan terhadap para terpidana kasus Vina Cirebon.
Ia adalah Afifullah, salah satu mantan napi yang melihat para terpidana kasus Vina Cirebon disiksa saat berada di dalam sel.
Afifullah saat itu berada di dalam sel dan mengaku pernah ikut memukuli para terpidana karena terbawa emosi.
"Jadi pas saya udah di sana, mereka datang, tapi belum ada Ucil, anak Majasem semua," kata Afifullah.
Mengutip TribunnewsBogor.com, saat itu, penjaga mengatakan bahwa para terpidana tersebut merupakan pembunuh anak Iptu Rudiana.
"Penjaga itu pun ngomong ceweknya lagi sekarat diperkosa, otomatis semua tahanan emosi, jadinya kesel," tutur dia.
Ia mengatakan, kala itu, setiap malam para terpidana disiksa oleh polisi.
"Seinget saya itu mereka suruh jongkok, itu pokoknya pas udah ada Rifaldy tiap malem mereka dipukulin," ungkapnya.
Afifullah juga menyaksikan tahanan lain ikut memukuli.
"Iya lah (ikut mukulin), kalau tahanan lain kan mungkin karena gemes," kata dia lagi.
Meski dipukuli terus-menerus, lanjut Afifullah, para terpidana ini tetap tak mengakui pembunuhan tersebut.
"Tapi mereka kayak mau dipukulin gimana pun, disiksa gimana pun, jawabnya Demi Allah saya gak ngelakuin, gitu terus," ungkapnya.
Afifullah pun memastikan bahwa kesaksiannya ini benar dan tak dibuat-buat.
"Saya berani disumpah bagaimana pun berani, karena saya benar ada di dalam situ," ungkap dia lagi.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tim Khusus Mabes Polri Dinilai Lamban Tangani Kasus Vina, Toni RM: Publik Tunggu Hasil Penyelidikan
Iptu Rudiana
Aep Rudiansyah
kasus Vina Cirebon
Sidang PK Terpidana Kasus Vina
SURYA.co.id
Dede Riswanto
surabaya.tribunnews.com
Tak Tahan Lihat 7 Terpidana Kasus Vina Cirebon, Jutek Ingatkan Prabowo: Jangan Sampai Ada Keranda |
![]() |
---|
Ingat Sudirman Terpidana Kasus Vina Cirebon yang Ditembak Peluru Karet? Tiba-tiba ke Rumah Sakit |
![]() |
---|
7 Terpidana Kasus Vina Cirebon Bisa Lolos Pidana Seumur Hidup dengan Remisi Perubahan, Jutek Beraksi |
![]() |
---|
Kondisi Miris Sudirman Terpidana Kasus Vina Cirebon Usai PK Ditolak, Otto Hasibuan: Harus Dicek |
![]() |
---|
2 Jalan agar Terpidana Kasus Vina Cirebon Bisa Lolos Hukuman Seumur Hidup, Ini Kata Otto Hasibuan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.