Pembunuhan Vina Cirebon

Arti Tangisan Titin Prialianti di Sidang PK Saka Tatal Kuak Momen Memilukan Dicemooh dan Diteriaki

Inilah arti tangisan Titin Prialianti, pengacara Saka Tatal saat sidang perdana Peninjauan Kembali (PK) Kasus Vina di Pengadilan Negeri Cirebon.

Editor: Musahadah
kolase TVOne
Titin Prialianti, pengacara Saka Tatal menangis saat mengikuti sidang PK Kasus Vina Cirebon. 

SURYA.CO.ID - Arti tangisan Titin Prialianti, pengacara Saka Tatal saat sidang perdana Peninjauan Kembali (PK) Kasus Vina di Pengadilan Negeri Cirebon pada Rabu (24/7/2024) , terungkap. 

Ternyata di balik tangisan Titin Prialianti tersimpan memori pilu yang dirasakan sang pengacara dan Saka Tatal

Titin mengaku teringat kenangan pahit saat mendampingi Saka Tatal menjalani sidang kasus Vina Cirebon pada 2016 silam. 

Saat itu berbagai cemoohan harus diterima dia yang banyak diteriaki sebagai pengacara pembunuh. 

"Tahun 2016 saya dan Saka yang dihujat. Ketika saya masuk ruang sidang, banyak warga yang menghujat saya. Diteriaki, saya adalah pengacara pembunuh, bagaimana pembunuhan itu terjadi dan kalimat-kalimat yang tidak nyaman," ungkap Titin di program Dua Sisi TVOne yang tayang Kamis (25/7/2024). 

Baca juga: Ratapan Iptu Rudiana di Makam Eky Sebut Akan Terus Berjuang, Curhatnya ke Eks Kabareskrim Polri

KOndisi yang sama juga dirasakan Saka Tatal saat ke luar dari mobil tahanan untuk dititipkan ke ruang tahanan pengadilan. 

"Saya tergambar betul 2016 bagaimana. Saya kalau menyimpa memori yang ke hati banget, saya keingat betul gestur tubuh orangnya, teriakan-teriakan itu," sebut Titin.

Kini, ketika Saka Tatal mengajukan Peninjauan Kembali (PK), Titin merasakan suasana yang sangat berbeda. 

Dukungan masyarakat kepada Saka Tatal kini sangat besar. 

Hal itu lah yang membuat Titin sampai menangis di ruang sidang.

"Saya gak nyangka hadir kembali di PN bersama Saka. Saya melihat perbedaan yang luar biasa," ucapnya. 

Titin bahkan merasakan hal yang tidak pernah dirasakan sebelumnya, seperti naik mobil mewah saat berangkat ke pengadilan bersama Saka dan pengacara dari Jakarta, Farhat Abbas dan Krisna Murti. 

"Ya Allah kenapa sih gak dari dulu begini. Sementara anak ini pernah menderita dengan vonis yang cukup tinggi," ucapnya dengan suara parau menahan tangis. 

Sementara itu, Saka Tatal juga tidak menyangka akan mengalami hal ini, masuk ke sidang kembali. 

Awalnya, dia tidak berpikir dan tidak ingin berurusan dengan hukum lagi. 

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved