Berita Viral

Gara-gara Tak Sabar Kena Macet, Emak-emak Pengemudi Avanza Terobos Pembatas Jalan dan Lawan Arah

Gara-gara tak sabar kena macet, emak-emak pengemudi Avanza melakukan hal nekat di jalan raya. Terobos pembatas jalan dan lawan arah.

instagram
Tangkap layar video Emak-emak Pengemudi Avanza Terobos Pembatas Jalan dan Lawan Arah. 

Terlihat di mana sebuah mobil Toyota Rush warna putih yang nekat melawan arah di jalanan yang sedang macet dan akhirnya dihadang oleh bus.

Dalam video juga terlihat, karena Rush tidak bisa melanjutkan perjalanan karena diadang oleh bus, akhirnya dia berjalan mundur untuk kembali ke jalurnya.

“Kejadian siang ini (13/4/2024) mobil berusaha melawan arah di jalanan yang sedang macet. Lokasi di Secang, Magelang arah lampu merah dari Pucang. Kita semua merasakan hal yang sama. Sama-sama ingin segera bersua dengan keluarga. Mari gunakan empati saat berkendara,” tulis akun tersebut.

Pendapat Ahli

Mobil Isuzu Panther senggol mobil Pajero Sport yang nekat lawan arah
Mobil Isuzu Panther senggol mobil Pajero Sport yang nekat lawan arah (INSTAGRAM)

Peristiwa seperti ini sayangnya sering kali terjadi, padahal jalur yang berlawanan itu hak orang lain, artinya kalau melakukan hal tersebut sama dengan mengambil yang bukan haknya.

Training Director Safety Defensive Consultant Sony Susmana mengatakan, jalur yang berlawanan itu walau kosong bukan berarti boleh dipakai.

“Pengemudi harus punya rasa empat. Kemacetan adalah konsekuensi yang harus diterima dan dijalankan bersama-sama dengan yang lain.

Baca juga: 3 Kasus Mobil Lawan Arah yang Viral, Sopir Toyota Rush Terpaksa Mundur Perlahan Gegara Diadang Bus

Tidak boleh ada yang mendapat prioritas, kecuali pemadam kebakaran atau ambulans,” kata Sony kepada Kompas.com belum lama ini.

Menurut Sony, orang yang mengambil jalur orang yang mengambil jalur orang saat macet selain tidak punya empati, juga tidak berpendidikan. Moral mereka rendah, sayangnya itu memang tidak ada pelajaran di sekolah.

“Dalam konteks berkendara, moral itu mau berbagi ruang, sopan, menerapkan aturan lalu lintas, takut membuat orang lain celaka dan tidak mengambil hak orang lain,” kata Sony.

Mirisnya, mereka ingin cepat sampai ke kampung halaman tapi caranya merugikan banyak orang.

Pendidikan mengemudi yang bermoral ini seharusnya diajarkan sejak kecil, agar tertanam saat sudah bisa mengemudikan kendaraan.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved