Berita Gresik

Pelajari Metode Pembelajaran Al-Quran Untuk Tuna Rungu, Wabup Gresik Raih Gelar Doktor di Unesa

Melalui penelitian ini, anak-anak yang berkebutuhan khusus bisa membaca Al-Quran dengan baik dan lancar dengan metode Amlaba.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Deddy Humana
Humas Pemkab Gresik
Wabup Gresik, Aminatun Habibah (kanan) menerima gelar doktor atas penelitian tentang pembelajara Al-Quran untuk penyandang tuna rungu 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Berbicara tentang munculnya generasi Al-Quran di Gresik, Aminatun Habibah menjadi salah satunya. Bahkan Al-Quran pula yang mengantarkan Wakil Bupati Gresik itu meraih gelar doktor program studi teknologi pendidikan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Gelar doktoral itu diraih Aminatun usai menjalani ujian terbuka di hadapan promotor dan penguji Unesa, Selasa (14/05). Hasilnya, Wabup Aminatun dinyatakan lulus IPK 3,97 atau dengan predikat sangat memuaskan.

Pada disertasi yang diujikan secara terbuka tersebut, Bu Min mengambil judul "Pengembangan Model Pembelajaran Amlaba Dalam Meningkatkan Kemandirian Dan Hasil Belajar Membaca Al-Quran Bagi Penyandang Disabilitas Tuna Rungu".

Dalam disertasi ini, Bu Min melakukan penelitian di UPT Resource Center Gresik. Karena UPT Resource Center Gresik merupakan salah satu TPA yang mengajarkan membaca Al-Quran pada penyandang tuna rungu di Kabupaten Gresik.

"Melalui penelitian ini, kita ingin agar anak-anak yang berkebutuhan khusus bisa membaca Al-Quran dengan baik dan lancar dengan menggunakan metode Amlaba. Dengan metode ini, anak-anak kita bisa dengan mandiri belajar Al-Quran dan tujuan akhirnya adalah meningkatnya hasil pembelajaran Al-Quran bagi anak-anak. Ini penting karena pada dasarnya belajar adalah hak bagi semua orang," ungkap Bu Min.

Penelitian yang dimulai sejak Februari 2022 ini menghasilkan pengembangan model pembelajaran metode Amlaba yang berguna meningkatkan kemandirian membaca Al-Quran bagi penyandang tuna rungu.

"Hasil final dalam pengembangan model Amlaba pada pembelajaran membaca Al-Quran anak tuna rungu yaitu dengan kategori 'sangat efektif' baik dari kualitas isi dan tujuan pembelajaran, kualitas instruksional, dan kualitas teknik model pembelajarannya. Mudah-mudahan ini bisa membantu para orangtua dan guru," terangnya.

Keberhasilan Bu Min ini mendapatkan banyak apresiasi dari berbagai pihak. Terlihat Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil, bersama jajaran kepala OPD dan camat hadir untuk memberikan dukungan.

"Selamat dan sukses untuk ibu wakil bupati. Beliau menjadi keteladanan bagi kita semua, meskipun beliau wakil bupati tetapi mampu menuntaskan pendidikan S3. Harapannya, hasil penelitian bu wabup ini bisa ditindaklanjuti bersama perbub terkait baca tulis Al-Quran sehingga dalam penerapannya bisa membantu pembelajaran bagi anak-anak kita," tegas Bupati Yani.

Lebih lanjut, Gus Yani juga mendorong jajarannya untuk mengikuti teladan Bu Min dalam mengupgrade ilmu. Ini lantaran dari persentase jumlah penduduk, mereka yang meraih gelar S2 dan S3 jumlahnya sangat kecil. *****

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved