Polisi Tewas

Rekam Jejak Indra Pratama, Pemilik Rumah Tempat Brigadir Ridhal Tewas dalam Alphard Dikuak Tetangga

Sosok sebenarnya Indra Pratama, pemilik rumah tempat Brigadir Ridhal Ali Tomi ditemukan tewas pada Kamis (25/54/2024) terungkap. 

Editor: Musahadah
kolase istimewa/tribun jakarta
Indra Pratama (kanan), pemilik rumah tempat Brigadir Ridhal tewas dalam mobil membantah memiliki hubungan khusus dengan korban. 

"Saya tidak ada di lokasi. Saya berada di luar. Itu semua nanti bisa dibuktikan semua," ungkap Indra.

Pengakuan Indra ini berbanding terbaik dengan tetangganya. 

Tetangga yang berada di depan lokasi penembakan berinisial I ini menyebut Brigadir RIdhal sudah bekerja di rumah tersebut bersama bosnya selama 2 tahun terakhir.

Namun, I tak merinci siapa sosok bosnya tersebut.

Dia cuma tahu rumah yang merupakan lokasi kejadian adalah rumah bos dari Brigadir Ridhal.

"Bosnya, rumah bosnya. Dia sopir, sopir kan," sebut I.

I mengatakan Brigadir Ridhal juga sempat ikut bosnya ke Jawa Timur saat lebaran lalu.

Namun lagi-lagi ia tidak menjelaskan secara pasti siapa bos yang dimaksud.

"Pas lebaran itu dia posisi dia ikut bosnya ke Jawa Timur," kata dia.

Kronologi Jasad Brigadir Ridhal Ali Tomi Ditemukan 

Gelagat Brigadir Ridhal sebelum tewas di Jakarta diungkap sang istri di Manado. Alasannya dia pergi ke Jakarta terungkap.
Gelagat Brigadir Ridhal sebelum tewas di Jakarta diungkap sang istri di Manado. Alasannya dia pergi ke Jakarta terungkap. (kolase tribun jakarta/tribun manado/istimewa)

Brigadir Ridhal Ali Tomi ditemukan oleh beberapa saksi yaitu Bobbi Adi Marta Anggota Yonif 210 dan seorang karyawan bernama Mario Fransisco Pardosi.

Awalnya, saksi Bobi sedang menyapu halaman belakang kediaman.

Tiba-tiba dia mendengar suara benturan dari arah garasi rumah tempat dia bekerja.

Dia bersama temannya langsung menuju ke arah bunyi suara itu.

Di situ dia melihat mobil Alphard warna hitam Nopol B-1544-QH bertabrakan dengan Mobil jenis Lexus warna Putih Nopol AD-1-JKW yang sedang terparkir di garasi.

Saksi kemudian memeriksa ke dalam mobil Alphard dengan cara mengintip dari kaca sebelah kanan.

Di situ dia melihat korban sudah tidak sadar dan di kepala sebelah kanan sudah mengeluarkan darah yang diduga terkena tembakan.

Saat dipanggil panggil korban sudah tidak menjawab.

Saksi kemudian memanggil saksi Mario yang sedang berada di halaman belakang dan bersama sama mengecek keadaan korban meninggal dunia. 

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Rahmat Idnal mengatakan korban ditemukan tewas karena diduga bunuh diri karena masalah pribadi.

"Dugaan masalah pribadi," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Rahmat Idnal saat dihubungi, Sabtu (27/4/2024), seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Brigadir Ridhal diduga mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri menggunakan sebuah pistol di dalam mobil Toyota Alphard, Kamis (25/4/2024).

Korban mulanya berhenti di salah satu rumah warga yang terletak di Jalan Mampang Prapatan IV, Jakarta Selatan sesuai video CCTV yang diterima Kompas.com, Jumat (26/4/2024),

Setelah berhenti beberapa menit, Brigadir Ridhal Ali Tomi disinyalir langsung melancarkan aksinya.

Brigadir RAT diduga menembakkan peluru ke arah pelipisnya menggunakan senjata api (senpi) jenis HS dengan kaliber 9 milimeter.

Usai mengakhiri hidupnya, mobil Alphard berwarna hitam yang dikemudikan korban tiba-tiba bergerak dan berbelok ke kanan.

Mobil lalu menabrak kendaraan roda empat yang sedang terparkir di halaman depan rumah warga.

Pascaperistiwa itu, warga yang mendengar suara tabrakan lalu berbondong-bondog menghampiri lokasi.

Mereka kemudian membuka pintu mobil untuk mengecek keadaan Brigadir RAT dan korban ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa.

"Kami menemukan ada luka di kepala dari korban dari pelipis kanan dan pelipis kiri," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro, Jumat (26/4/2024).

Bintoro mengungkapkan, bekas tembakan juga ditemukan di atap mobil.

"Demikian juga kami menemukan adanya bekas tembakan di atas daripada mobil tersebut," ungkap dia.

Selain itu, polisi telah mengamankan CCTV yang merekam dugaan bunuh diri tersebut.

"Dari keterangan saksi dan juga barang bukti serta digital forensik yang kami dapatkan, kami bisa menyimpulkan bahwa dugaan sementara yang bersangkutan melakukan bunuh diri," ujar Bintoro.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul 4 Keanehan Kematian Brigadir RAT: Indra Pratama Bantah Jadi Bos Korban, Tapi Warga Ungkap Fakta Beda

Silakan baca berita selengkapnya di Google News Surya.co.id

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved