Gus Muhdlor Jadi Tersangka Korupsi

Bupati Sidoarjo Jatim Gus Muhdlor Jadi Tersangka KPK, Gerindra : Tak Ada Kaitan dengan Politik

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Rahmat Muhajirin meminta tak mengaitkan kasus Bupati Sidoarjo, Jatim, Gus Muhdlor dengan even politik.

|
Foto Istimewa
Bupati Sidoarjo, Jawa Timur, Ahmad Muhdlor Ali atau Gus Muhdlor saat mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon nomor urut 2 Prabowo-Gibran awal Februari lalu. 

Pada akhirnya, Edhy lantas mendapatkan hukuman 5 tahun penjara setelah mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) dan dinyatakan bebas bersyarat sejak 18 Agustus 2023.

Rahmat menjadikan perkara tersebut sebagai contoh komitmen Prabowo dalam pemberantasan korupsi. "Menteri yang jelas kader saja tak dilindungi apalagi Gus Muhdlor. Makanya kalau saya ditanya banyak orang soal sikap Gerindra, kami jelas. Kami tak ada toleransi terhadap korupsi. Kader sendiri saja tak dibela," katanya.

Pada pemilihan presiden 2024, Prabowo-Gibran mendapatkan perolehan suara cukup tinggi di Sidoarjo dengan 685.764 suara atau sekitar 67,58 persen suara. Disinggung soal hasil tersebut, Rahmat menilai banyak faktor kemenangan Prabowo di Sidoarjo.

"Gus Muhdlor kalau dianggap berperan dalam kemenangan (Pilpres di Sidoarjo), boleh saja. Tapi kan banyak juga indikator lainnya," tandas Anggota DPR RI dari dapil Jatim 1 (Surabaya-Sidoarjo) ini.

Ia kemudian membandingkan dengan perolehan suara di Surabaya. Di daerah yang menjadi basis PDI P tersebut, Prabowo masih berhasil menang dengan perolehan 992.304 suara atau sekitar 58,51 persen suara.

Padahal, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang merupakan kader PDI Perjuangan tetap teguh untuk mendukung Ganjar Pranowo - Mahfud MD.

"Kalau kita bandingkan antara Surabaya dan Sidoarjo atau dengan dampak pasca deklarasi Gus Muhdlor, pengaruh Gus Muhdlor itu hanya sekitar 5 persen," katanya.

"Surabaya kan Wali Kotanya nggak deklarasi. Nggak ngapa-ngapain (mendukung Prabowo-Gibran). Tapi, (Prabowo-Gibran) masih menang. Sehingga, di Sidoarjo yang juga basis hijau (PKB) pun saya yakin demikian (tetap akan menang tanpa dukungan Gus Muhdlor)," tandasnya.

Masyarakat memilih Prabowo karana ketokohan Ketua Umum Gerindra tersebut.

"Sehingga kami menilai, dukungan Gus Muhdlor memang memberikan dampak. Tapi tidak lebih dari 5 persen," tandasnya.

Sebelumnya, Juru bicara KPK Ali Fikri mengkonfimasi bahwa Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor alias Ahmad Muhdlor Ali menjadi tersangka kasus dugaan korupsi.

Bupati Sidoarjo Gus Mudhlor diduga terlibat tindakan rasuah dengan menerima dan memotong uang dari lingkungan Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Sidoarjo.

Penetapan tersangka Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor ini tak lepas dari analisa dari keterangan yang diberikan oleh saksi, tersangka serta alat bukti yang diterima oleh penyidik.

“Diduga menikmati adanya aliran sejumlah uang,” tutur Ali.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved