Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

KATA Ahli soal Danu Jadi Justice Collaborator dalam Kasus Pembunuhan Subang, Tegas Sebut Tak Pantas

Pengusulan Ramdanu alias Danu, tersangka dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, dianggap tidak pantas oleh ahli.

Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Musahadah
Kolase Surya.co.id
Ramdanu atau Danu dinilai tidak pantas jadi justice collaborator dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang karena sudah menghambat pihak kepolisian selama dua tahun. 

Terungkapnya, kasus ini setelah saksi kunci yang juga tersangka kasus ini, Muhammad Ramdanu alias Danu menyerahkan diri dan membongkar kronologinya.

Dalam keterangannya, Danu mengaku ditelepon Yosef saat sedang di warnet pada 17 Agustus 2023 malam.

Ia disuruh menemani Yosef ke rumah Tuti dan Amel.

Danu dan Yosef. Inilah Beda Ekspresi Yosef dan Danu Saat Ditahan, Disebut Tak Menyesal Jadi Pembunuh Ibu dan Anak di Subang.
Danu dan Yosef. Inilah Beda Ekspresi Yosef dan Danu Saat Ditahan, Disebut Tak Menyesal Jadi Pembunuh Ibu dan Anak di Subang. (kolase Tribun Jabar)

Baca juga: BUKTI Kuat Yosef Jadi Dalang Pembunuhan di Subang Selain Kesaksian Danu, Polisi Temukan Ini

Danu diminta menunggu di pojok kiri garasi dalam kondisi lampu padam.

Berdasar pengakuan Danu, kondisi rumah malam itu gelap, mulai dari garasi, ruang dalam, hingga kamar.

Lampu yang menyala hanya di bagian dapur, tempat Danu mengambilkan golok atas perintah Yosef.

 "Dalam situasi begitu kan tegang banget," kata Taufan kepada TribunnewsBogor.com.

Danu lari menuju kamar setelah mendengar teriakan Amel.

Dalam kamar, Danu mengaku melihat Tuti yang sudah tergeletak.

"Amel terduduk di pojokan. Kepalanya dibenturkan Abi. Sedangkan bu Tuti gak tau udah meninggal atau belum, karena kan gelap," katanya.

Danu kemudian disuruh mengangkat jasad Tuti Suhartini dari kamar ke ruang TV lalu ke kamar mandi hingga kemudian dimasukkan ke bagasi mobil Alphard hitam di garasi.

Sedangkan jasad Amalia Mustika Ratu diangkat seorang diri oleh Yosef.

"Mana ada keberanian Danu melawan dalam situasi seperti itu. Secara sikologis keluarga dia anak angkat, keluarga dia gak mampu, dia banyak dibantu, ibaratnya kaya pembantu. Danu lebih nurut sama Yosef dan keluarga, ketimbang sama keluarganya sendiri," kata Taufan.

Kata Taufan, Danu disuruh Yosef mengangkat jasad, membersihkan TKP, hingga memercik-mercikan air.

Danu sendiri, menurut Achmad Taufan, sampai dua kali pamit pulang namun tak diizinkan Yosef Hidayah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved