Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

SOSOK Arigi, Anak Mimin Tersangka Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang: Sarjana, Dituduh Gengster

Dua anak Mimin Mintarsih, yakni Arigi Reksa Pratama dan Abi ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Editor: Musahadah
Kolase Tribun Jabar.
Sosok Arigi, sketsa pembunuhan ibu dan anak di Subang dan Muhammad Ramdanu alias Danu. 

SURYA.CO.ID - Selain Muhammad Ramdanu alias Danu, Yosef Hidayat dan Mimin Mintarsih, penyidik Polda Jabar juga menetapkan dua tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat.

Dia adalah Arigi Reksa Pratama dan Abi, dua anak Mimin Mintarsih atau anak tiri dari Yosef Hidayat.

Arigi dan Abi disangkakan terlibat dalam pembunuhan terhadap istri dan anak kandung Yosef yakni Tuti Suhartini dan Amelia Mustika Ratu yang terjadi pada tanggal 18 Agustus 2021 silam.

Keduanya ditetapkan tersangka setelah Muhammad Ramdanu yang awalnya sebagai saksi kunci kasus ini menyerahkan diri dan membongkar semua skenario dalam pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Penetapan lima tersangka ini diungkapkan Ditkrimum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan Tribun Jabar, Rabu (18/10/2023).

Baca juga: SOSOK Mimin Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang: Istri Muda Suami Korban, Dinafkahi Seadanya

"Tersangka ada lima dan kita mencari peran dalam masing-masing tersangka," kata Kombes Pol Surawan.

Hingga berita diunggah, belum mengungkap peran Arigi dan Abi dalam pembunuhan tersebut.

Polisi baru mengungkap peran Yosep yang disebut sebagai tersangka utama kasus ini, dan Danu, yang membongkar kasus ini.

Kepada polisi, Danu mengungkap kronologi pembunuhan Tuti dan Amalia yang berlangsung dini hari hingga menjelang subuh pada 18 Agustus 2021.

Awalnya, Danu mengaku diminta Yosef untuk menemaninya ke TKP di malam hari.

Kala itu Danu disuruh untuk mengambil golok oleh Yosef. Diduga Yosef menghabisi istri dan anaknya menggunakan golok.

"MR (Danu) diminta oleh YH (Yosef) untuk menemani ke TKP rumah korban. Kemudian dia (Danu) menunggu di luar kemudian diminta mengambil golok. Setelah dia mengambil golok ini dia tidak mengetahui bagaimana para pelaku melakukan eksekusi kepada korban," kata Kombes Pol Surawan.

Berdiri dan menunggu digarasi rumah, Danu tiba-tiba tersentak karena mendengar teriakan Amalia, sepupunya.

Langsung masuk ke dalam rumah, Danu melihat Amalia atau Amel sedang disiksa dengan cara kepalanya dibenturkan ke dinding.

"Namun setelah mendengar teriakan dari Amel, dia (Danu) sempat masuk ke dalam dan melihat pelaku lain membenturkan kepala Amel ke dinding," ujar Surawan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved