Brigadir J Ditembak di Rumah Jenderal

SOSOK Prof Todung Mulya Lubis, Advokat Senior dan Eks Dubes yang Jadi Amicus Curiae untuk Bharada E

Ini lah profil dan biodata Prof Todung Mulya Lubis, advokat senior yang bergabung dengan ratusan guru besar sebagai amicus curaie.

Editor: Musahadah
kolase youtube kompas TV
Todung Mulya Lubis, advokat senior sekaligus mantan diplomat yang dukung amicus curiae Bharadara E. 

Ia menyelesaikan SD di Jambi pada tahun 1963, SMP di Pekanbaru tahun 1966, dan SMA di Medan tahun 1968.

Ia lulus dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia (Sarjana Hukum) pada tahun 1974 dan mengikuti kursus hukum di Institute of American and International Law di Dallas (1977).

Todung Mulya Lubis memperoleh gelar master (LL.M) dari University of California di Berkeley pada tahun 1978 dan Harvard University pada tahun 1987.

Tahun 1990, ia menerima gelar Doctor of Juridical Science (SJD) dari University of California di Berkeley dengan disertasi berjudul In Search of Human Rights: Legal-Political Dilemmas of Indonesia's New Order 1966-1990.

Tahun 2017, ia menerima penghargaan Elise and Walter A. Haas International Award dari University of California di Berkeley, yang khusus diberikan untuk alumni yang telah menorehkan kontribusi bermakna bagi masyarakat.

Lubis aktif mengajar dengan menggunakan Bahasa Indonesia dan Inggris.

Tahun 2014, ia mengajar sebagai Honorary Professor di University of Melbourne, Australia.

Todung Mulya Lubis mengajar di Fakultas Hukum dan Faukultas Ekonomi Universitas Indonesia, Fakultas Hukum Universitas Atmajaya, Yogyakarta dan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, Medan.

Todung juga dikenal sebagai praktisi hukum yang mendirikan The Law Office of Mulya Lubis and Partners (Lubis Santosa and Maulana Law Offices) sejak tahun 1991.

Todung Mulya Lubis adalah anggota dari Ikatan Pengacara Indonesia (IKADIN), Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal / HKHPM) dan International Bar Association (IBA).

Ia juga Penerima dan Administrator berlisensi serta Konsultan Paten Terdaftar.

Saat ini, ia adalah arbiter panel di Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) dan Kamar Dagang Internasional (ICC) Paris.

Ia juga terdaftar dalam The International Who's Who of Business Lawyers sebagai pengacara terkemuka dalam penyelesaian sengketa di Indonesia.

Asia Pacific Legal 500 - edisi 2006/2007 juga memilih Todung Mulya Lubis sebagai tokoh terkemuka dalam praktik penyelesaian sengketa di Indonesia.

Todung juga dikenal sebagai penulis produktif yang telah menerbitkan beragam buku fiksi dan non-fiksi, yaitu sebuah novel (Menunda Kekalahan, 2021), tiga buku kumpulan puisi (Pada Sebuah Lorong ,1988; Sudah Waktunya Kita Membaca Puisi; 1999; Jam-Jam Gelisah, 2006); tiga jilid catatan harian, dan sebuah buku referensi akademik yang berasal dari karya disertasi (Mencari Hak Asasi Manusia; 2021).

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved