Brigadir J Ditembak di Rumah Jenderal
UNGKAPAN Kekesalan Arif Rahman ke Ferdy Sambo yang Menangis di Depannya: Kasar dan Lontarkan Ancaman
Inilah ungkapan kekesalan Arif Rahman Arifin ke Ferdy Sambo yang disampaikan dalam pembelaan (pleidoi) di sidang pembunuhan Brigadir J, Jumat (3/1/202
Lebih lanjut, Arif memahami bahwa setiap air mata yang terjatuh dari ibundanya telah menghancurkan hatinya. Dia pun berdoa agar ibundanya terus diberikan kekuatan dalam hatinya.
"Setiap tetes air mata ibunda merupakan dukungan buat saya walaupun hancurkan hati saya di sisi yang lain. Kekuatan untuk saya bertahan dan tabah serta arahkan hatinsaya. Setiap saat saya hanya bisa berdoa kepada Allah. Semoga Allah selalu menjaga ibunda berdua dan memberi kedamaian di hati," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa ibundanya memang kerap berupaya tegar setiap menonton TV ataupun mendengar omongan orang lain tentang kasus yang menimpa dirinya. Namun, dia meyakini bahwa ibundanya tetap akan mendukungnya.
"Saya tahu ibunda berupaya tegar setiap menonton di TV setiap kali membaca berita atau mendengar omongan. Tapi saya yakin ibunda berdua tetap selalu mendukung saya. Dan saya juga berserah diri kepada Allah dan saya yakin Aah tidak pernah salah nilai hambanya," jelasnya.
Namun begitu, Arif menambahkan bahwa dirinya pun memastikan dirinya akan berusaha untuk tetap menjadi anak yang bisa membanggakan orang tuanya di masa yang akan datang.
"Percayalah saya masih berusaha menjadi anak dan mantu yg bisa dibanggakan. Saya berjanji di masa yang akan datang saya akan lebih berupaya lagi. Semoga Tuhan masih memberi kesempatan kepada saya. Dan semoga ayahanda berdua selalu memberi bimbingan dan dukungan serta arahan kepada saya," tukasnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sambo Murka karena Data CCTV Brigadir J Masih Hidup Ditonton, AKBP Arif Rachman: Saya Tertekan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.