Brigadir J Ditembak di Rumah Jenderal

UNGKAPAN Kekesalan Arif Rahman ke Ferdy Sambo yang Menangis di Depannya: Kasar dan Lontarkan Ancaman

Inilah ungkapan kekesalan Arif Rahman Arifin ke Ferdy Sambo yang disampaikan dalam pembelaan (pleidoi) di sidang pembunuhan Brigadir J, Jumat (3/1/202

Editor: Musahadah
kolase kompas TV/tribunnews
AKBP Arif Rahman mengungkapkan kekesalannya ke Ferdy Sambo yang membuat karirnya hancur. 

Arif pun sempat menonton rekaman CCTV tersebut bersama terdakwa Chuck Putranto, Baiquni Wibowo dan Eks Kapolres Jaksel AKBP Ridwan Soplanit.

Rekaman CCTV itu berbeda dengan keterangan Sambo yang menyatakan datang saat Brigadir J telah tewas.

"Dalam suasana yang tegang, alasan saya tidak bisa lagi mengontrol emosi dan air mata. Kondisi menjadi sulit diprediksi. Apalagi ketika ditanya (Sambo) siapa saja yang sudah menonton? dan kemudian ada perkataan kalau bocor saya berempat yang harus bertanggug jawab. Kondisi psikis saya sudah sangat down dan sangat tertekan," ujar Arif.

Arif pun meminta semua pihak untuk memahami posisinya yang tertekan dengan amarah Sambo.

 Saat itu, dia pun menuruti perintah Sambo dengan memusnahkan rekaman CCTV yang menunjukkan Sambo masih hidup.

"Sulitkah untuk memahami posisi saya? mungkin lebih mudah lebih dipahami jika dianalogikan dengan ungkapan bagaikan individu yang terkena sakit menular. Keadaan yang disalahgunakan ini membuat saya tidak ada pilihan selain diam dan sebagai tindakan akomodatif dan mencari solusi saya dan Baiquni menyiapkan rencana lainnya," jelas Arif.

Namun begitu, Arif menambahkan bahwa dirinya meminta semua pihak memaknai itikad baiknya yang sempat mempertanyakan rekaman CCTV itu kepada Sambo.

"Ketika saya tidak lagi diam dan keberanian saya perlahan muncul meskipun muncul sedikit semoga dapat dimaknai sebagai itikad baik. Semoga dapat dihargai sebagai upaya yang berguna untuk mengungkap kebenaran," tukasnya.

Minta Maaf

Nadia, istri Arif Rahman Arifin yang menangis sebut karir suami hancur gara-gara Ferdy Sambo.
Nadia, istri Arif Rahman Arifin yang menangis sebut karir suami hancur gara-gara Ferdy Sambo. (kolase tribunnews)

Di bagian lain, Arif Rachman Arifin menahan tangis saat meminta maaf kepada orang tua dan mertuanya karena membuat kecewa terlibat dalam kasus perintangan penyidikan atau obstruction of justice pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

"Sebelum saya baca pembelaann pribadi ini izinkan saya haturkan permintaan maaf saya kepada ayahanda, ibunda, orang tua, dan mertua tercinta saya," kata Arif.

Arif pun mengakui kekecawaan ayahnya lantaran karirnya harus hancur lantaran terlibat dalam kasus tersebut. Dia pun berharap, ayahnya bisa ikhlas menerima kondisi anaknya.

"Untuk ayahanda saya tahu bagaimana ayahanda berharap kepada saya dan takdir harus seperti ini. Saya berharap ayahanda bisa ikhlas dan Allah segera memulihkan rasa kecewa di hati ayahanda," jelas Arif.

Arif juga menyampaikan pesan kepada ibunda dan mertuanya. Menurutnya, dukungan kedua orang ini menjadi kekuatan baginya untuk menghadapi setiap persidangan.

"Wanita yang paling saya cintai di dunia ini, tempat surga saya terletak, pelindung hati saya. Ingatan saya terhadap cinta kasih ibunda berdua merupakan kekuatan bagi saya untuk bisa berdiri tegak memasuki ruang sidang dan duduk di kursi. Tidak pernah sekalipun terbesit dalam pikiran saya bahwa ini akan terjadi dalam hidup saya," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved