Kenaikan Tarif PDAM Surabaya

Selain Naikkan Tarif, Tahun Ini PDAM Surabaya Kembangkan Air Minum Kemasan, DPRD Minta Mutu Terjamin

Nantinya AMDK itu berupa air yang dikemas dalam botol hingga galon dengan menggunakan bahan baku dari sumber air Umbulan

surya/bobby constantine Koloway
Suasana kantor PDAM Surya Sembada Surabaya. 

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Di tengah kepastian untuk menyesuaikan tarif air untuk pelanggan, PDAM Surya Sembada Kota Surabaya juga serius mengembangkan usaha untuk menyehatkan keuangan perusahaan. Sektor usaha yang dipilih tidak jauh dari air minum, yaitu mengembangkan produksi air minum dalam kemasan (AMDK) pada tahun 2023 ini.

Rencana PDAM mengembangkan bisnis AMDK pun mendapat dukungan DPRD Kota Surabaya. Dan sebagai persiapan, kajian tengah dilakukan bersama perguruan tinggi.

“Studinya sudah dilakukan dengan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember). Tahun ini sudah kita siapkan,” kata Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, Arief Wisnu Cahyono, Sabtu (7/1/2023).

Targetnya, produk ini akan menyasar beberapa sektor. Di antaranya, lingkungan Pemkot Surabaya, sekolah hingga masyarakat umum. “Ini bukan bisnis utama, hanya untuk inovasi. Utamanya, memenuhi kebutuhan masyarakat Surabaya," jelas Arief.

"Sehingga, terbatas. Bukan bisnis terhadap airnya, tetapi lebih banyak ke bisnis terhadap distribusi ke rantai suplai (supply chain)," tambahnya.

Nantinya AMDK itu berupa air yang dikemas dalam botol hingga galon dengan menggunakan bahan baku dari sumber air Umbulan. “Bentuknya nanti botol dan galon. Kemudian air bakunya adalah air dari sumber Umbulan, bukan air dari sungai. Target tahun ini (produksi) pada semester kedua,” ungkap Arief.

Komisi B DPRD Kota Surabaya berharap inovasi ini bisa meningkatkan pendapatan perusahaan. “Kami sangat mensuport langkah itu. Ini menjadi gebrakan karena rencana tersebut sudah lama digaungkan namun bisa direalisasikan oleh PDAM saat ini,” ujar Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Anas Karno.

Komisi yang membidangi keuangan dan perekonomian ini menilai PDAM jeli melihat peluang bisnis dalam rangka pengembangan usaha. “ Meskipun ini bersifat trial namun, PDAM sudah bisa memetakan target pemasarannya," kata Anas.

Politisi PDIP itu pun meminta PDAM untuk menjamin mutu, sasaran market, hingga brand yang berdaya saing. "Setelah instansi pemkot dan sekolah, ke depan harus bisa dijual secara bebas sehingga memiliki nilai bagi kota Surabaya,” ujar Anas. *****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved