Kenaikan Tarif PDAM Surabaya

Naiknya Tarif Air Pengaruhi Hotel dan Resto, Apkrindo dan PHRI Tunggu Sosialisasi dari PDAM Surabaya

PHRI berharap ada sosialisasi terlebih dahulu dan pemberlakukan tarif baru sebaiknya dilakukan Maret mendatang.

surya/bobby constantine koloway
Suasana pelayanan di Kantor PDAM Surya Sembada Surabaya. 

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA – Keputusan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada untuk menaikkan tarif air pada 2023 ini diperkirakan akan mempengaruhi sejumlah sektor usaha lain. Di antaranya adalah sektor jasa pangan seperti warung dan restoran hingga jasa penginapan seperti hotel.

Ketua Dewan Pelanggan PDAM Surya Sembada, Ali Musyafa’ Basyir memprediksi salah satu sektor yang akan terdampak adalah kelompok 2 yaitu rumah besar atau perumahan, hingga kelompok 3 yaitu unit usaha.

”Sekarang masih berandai-andai karena tagihan Januari dibayar Februari. Namun dengan melihat tabel yang diterbitkan PDAM, sepertinya pelanggan kelompok 2 dan kelompok 3 yang paling terkena dampaknya,” kata Ali saat dikonfirmasi di Surabaya (Sabtu, 7/1/2022).

Apalagi menurut Ali, belum ada sosialisasi ke pelanggan yang intensif terkait kenaikan tarif air itu. ”Seharusnya, sosialisasi terlebih dahulu sampai ada respon balik dari pelanggan untuk bisa menerima atau tidak kenaikan tarif,” ujar Ali.

Selain itu, PDAM juga harus bisa menjamin kualitas air bisa meningkat. Menurutnya, jangan terkesan kualitasnya tidak pernah naik tetapi tarifnya yang naik. Dan mengutip daftar harga air minum yang disampaikan PDAM Surabaya, kegiatan usaha kini berada di kelompok 3 yang di dalamnya ada 5 kelompok dengan tarif dasar berbeda.

Mulai dari yang berskala ekonomi mikro dan kecil, hotel budget, ruko, rumah sakit, restauran (resto), hotel, ruko, mal, hingga sejumlah apartemen. Mulai dari Rp 1.900 per meter kubik hingga Rp 12.500 per meter kubik setelah berlaku tarif progresif.

Penulis pun melakukan simulasi tagihan melalui laman yang disediakan oleh PDAM Surya Sembada. Misalnya untuk usaha mikro kecil seperti depot, katering rumah tangga, laundry, hingga cuci motor (kode tarif 3.1). Dengan pemakaian yang sama, diperkirakan akan ada kenaikan sekitar 10 persen dibanding harga lama.

Sedangkan untuk apartemen, resto, hotel bintang, hingga mal yang sebelumnya berada di kategori 4D, kini akan masuk golongan 3.4 di tabel harga baru. Dengan jumlah pemakaian yang sama, diperkirakan ada kenaikan sekitar 30 persen dibanding harga lama.

Menyikapi hal ini, sektor usaha kuliner dan penginapan masih akan melihat angka tagihan baru yang akan keluar pada Februari mendatang. Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restaurant Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur pun tak menutup kemungkinan melakukan sejumlah langkah penyesuaian harga terhadap produk mereka.

”Pengenaan tarif ini baru awal bulan. Tentu kami baru bisa melihat pada Februari nanti secara realitas berapa kenaikan riilnya. Baru bisa kami berikan adjustment dalam hal penyesuaian,” kata Ketua Apkrindo Jawa Timur, Tjahjono Haryono, Sabtu (7/1/2022).

Penyesuaian yang dimaksud adalah kenaikan harga. Menurut Tjahjono, opsi tersebut bisa saja diambil apabila memang kenaikan tarif cukup signifikan. Pihaknya hingga saat ini belum mengambil sikap. Terlebih, belum ada sosialisasi dari PDAM terkait kenaikan ini.

”Kalau memang terpaksa, kenaikan ini tentu saja akan berdampak kepada konsumen. Secara tidak langsung, membebankan kenaikan harga ini kepada konsumen. Namun sebelum itu (menaikkan harga), kami masih menunggu besaran tagihan (setelah harmonisasi) baru kita akan lakukan adjustment,” katanya.

Pun demikian dengan hotel di Surabaya. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) meminta waktu untuk melakukan sejumlah persiapan penyesuaian tarif. Termasuk, potensi penyesuaian harga atau kenaikan.

”Air merupakan salah satu sumber energi terbesar yang sangat mempengaruhi harga (hotel). Selain air, ada listrik dan SDM (gaji pegawai) yang juga mempengaruhi harga,” kata Ketua PHRI Jawa Timur, Dwi Cahyono.

Halaman
12
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved