Kenaikan Tarif PDAM Surabaya

PDAM Surabaya Sebut Kenaikan Tarif Wajar Tanpa Bebani Sektor Usaha, Optimis Kualitas Air meningkat

Meski begitu, PDAM Surya Sembada Surabaya cukup optimistis kenaikan tarif air di Surabaya tidak akan memberatkan pelanggan

surya/bobby constantine Koloway
Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, Arief Wisnu Cahyono memberikan penjelasan di Surabaya. 

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Rencana kenaikan tarif air diperkirakan mempengaruhi sektor jasa dan usaha, seperti perhotelan, restauran (resto), mal, termasuk sektor berskala ekonomi mikro dan kecil, yaitu hotel budget, ruko, rumah sakit, ruko, hingga sejumlah apartemen.

Meski ancangan kenaikannya mulai dari Rp 1.900 per meter kubik hingga Rp 12.500 per meter kubik setelah berlaku tarif progresif, namun tetap akan memaksa semua sektor melakukan penyesuaian harga yang dibebankan ke konsumen.

Meski begitu, PDAM Surya Sembada Surabaya cukup optimistis kenaikan tarif air di Surabaya tidak akan memberatkan pelanggan. Baik dari kalangan rumah tangga maupun kelompok usaha. Dan saat ini, PDAM masih terus melakukan sosialisasi tarif baru.

”Baik hotel maupun resto saya kira kenaikan (tarif) masih dalam batas wajar. Insya Allah, tidak memberatkan,” kata Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, Arief Wisnu Cahyono kepada SURYA, Sabtu (7/1/2022).

Ia menegaskan, sosialisasi ini telah dilakukan sejak lama sekalipun dilakukan secara bertahap. ”Kami sudah woro-woro (untuk persiapan kenaikan tarif) sejak awal tahun 2022. Sekalipun, angkanya belum kami sampaikan,” kilah Arief.

Namun dengan mengutip dasar keputusan ini, sebenarnya sudah ada gambaran tarif yang diberlakukan. Yakni dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2016 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum.

Selain itu, ada pula Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/775/KPTS/013/2021 tentang Penetapan Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah Air Minum bagi BUMD Kabupaten/Kota.

Dalam aturan ini, batas bawah ditetapkan sebesar Rp 2.659 dan batas bawah Rp 17.000. Aturan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 123 Tahun 2022 tentang Tarif Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya yang menetapkan tarif batas bawah sebesar Rp 2.600 dan batas atas sebesar Rp 15.000. ”Sebenarnya, range sudah disampaikan lewat SK Gubernur,” katanya.

Arief menambahkan, keberpihakan kepada kelas UMKM juga lebih besar. Misalnya dengan memisahkan antara UMKM dengan pelaku ekonomi besar. ”Misalnya laundry dan hotel yang sebelumnya berlaku satu tarif, saat ini dipisahkan,” paparnya.

Dengan mengoptimalkan sosialisasi, maka tidak ada opsi penangguhan pemberlakukan tarif baru. Selain itu, Arief juga optimistis kualitas air kepada pelanggan juga meningkat. ”Kami sosialisasi, bukan berarti akan menunda. Sebab, ini berlaku mulai Januari,” tandasnya. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved